search

Berita

Motor Listrik MBGKepala SPPGPurbayaBadan Gizi Nasional

Viral Kemunculan Motor Listrik MBG di Medsos, Menkeu Purbaya: Nanti Dicek Lagi

Penulis: Novia Intan Nur Ramadhani
Rabu, 08 April 2026 | 71 views
Viral Kemunculan Motor Listrik MBG di Medsos, Menkeu Purbaya: Nanti Dicek Lagi
Motor Listrik MBG untuk Kepala SPPG yang muncul di medsos. (Istimewa)

Jakarta, Presisi.co - Polemik pengadaan puluhan ribu motor listrik untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus bergulir dan kian menjadi perhatian publik. Di tengah kritik yang menguat, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap fakta bahwa rencana pembelian kendaraan tersebut sebenarnya pernah ditolak oleh Kementerian Keuangan.

Pernyataan itu disampaikan Purbaya saat merespons viralnya video yang memperlihatkan deretan motor listrik berlogo Badan Gizi Nasional (BGN) yang ramai beredar di media sosial dalam beberapa hari terakhir.

“Tahun lalu sempat kita nggak mau, kita tolak untuk beli komputer yang terlalu banyak dan beli motor,” ujar Purbaya, dikutip dari detikfinance pada Rabu, 8 April 2026.

Purbaya menegaskan, sejak awal Kementerian Keuangan tidak melihat pengadaan kendaraan operasional sebagai kebutuhan yang mendesak dalam pelaksanaan program MBG. Menurutnya, esensi utama program tersebut adalah pemenuhan gizi masyarakat, bukan pengadaan sarana pendukung dalam jumlah besar.

Ia menilai anggaran negara seharusnya difokuskan pada penyediaan makanan bergizi bagi penerima manfaat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan masyarakat kurang mampu.

“Harusnya utamanya untuk makanan. Kalau yang pebisnis kan udah untung cukup, mereka cicil dari sana harusnya, tapi saya akan coba cek lagi,” tegasnya.

Pernyataan ini sekaligus mengisyaratkan adanya perbedaan pandangan antara perencana program dan otoritas fiskal terkait prioritas penggunaan anggaran.

Meski sempat ditolak, realisasi di lapangan menunjukkan pengadaan motor listrik tetap dilanjutkan. Ribuan unit kendaraan kini telah diproduksi dan menjadi sorotan luas setelah dokumentasinya viral di berbagai platform media sosial.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat terkait proses pengambilan keputusan, termasuk bagaimana proyek tersebut tetap berjalan meski sempat tidak disetujui oleh Kementerian Keuangan.

Sejumlah pihak juga mulai mempertanyakan aspek transparansi dan efisiensi dalam pengadaan barang dengan nilai besar tersebut. (*)

Editor