BPBD Samarinda Perkuat Operasi Sungai Mahakam dengan Speedboat Rescue Rp1,69 Miliar
Penulis: Muhammad Riduan
Sabtu, 04 April 2026 | 75 views
Speedboat baru milik BPBD Samarinda.(Dok.Pemkot Samarinda untuk Presisi.co)
Samarinda, Presisi.co – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Samarinda menghadirkan armada speedboat baru untuk mendukung operasi penyelamatan di perairan Sungai Mahakam.
Kepala Pelaksana BPBD Samarinda, Suwarso, menegaskan bahwa kapal senilai Rp1,69 miliar tersebut dirancang khusus sebagai armada rescue, bukan sekadar speedboat penumpang.
“Ini bukan speedboat penumpang. Dari awal memang dirancang untuk kebutuhan penyelamatan, termasuk dukungan alat navigasi khusus untuk operasi rescue,” ujarnya, Sabtu 4 April 2026.
Menurutnya, spesifikasi teknis menjadi pertimbangan utama mengingat karakter Sungai Mahakam yang memiliki arus kuat dan lalu lintas air yang padat, sehingga membutuhkan kapal yang tangguh dan responsif.
Pengadaan dilakukan melalui sistem e-katalog dengan melibatkan penyedia dari Surabaya. Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya menjaga transparansi sekaligus memastikan kualitas produksi sesuai kebutuhan di lapangan.
Secara spesifikasi, kapal tersebut merupakan jenis Rigid Hull Aluminium Boat dengan panjang 7 meter, lebar 2,2 meter, dan tinggi lambung 0,7 meter. Kapal juga memiliki draft 0,35 meter yang memungkinkan manuver optimal di perairan sungai serta lebih tahan terhadap benturan.
Dari sisi performa, speedboat dilengkapi dua mesin outboard masing-masing 85 HP dengan kecepatan operasional mencapai 28 hingga 30 knot. Kapasitas maksimal kapal mencapai tujuh orang, dengan fokus pada efisiensi ruang bagi tim penyelamat dan peralatan evakuasi.
Suwarso menambahkan, penggunaan material aluminium marine menjadi keunggulan utama dibandingkan bahan fiber yang umum digunakan pada kapal sejenis.
“Material aluminium dipilih karena lebih kuat, tahan benturan, dan lebih aman untuk operasi penyelamatan di sungai seperti Mahakam,” jelasnya.
Armada ini akan difungsikan untuk mendukung pencarian dan pertolongan korban kecelakaan air, serta patroli pengamanan kegiatan masyarakat di kawasan tepi sungai.
Beberapa agenda seperti Festival Mahakam, Festival Karang Mumus, hingga pengamanan malam tahun baru di kawasan Teras Samarinda menjadi bagian dari kegiatan yang membutuhkan pengawasan intensif di perairan.
Dengan kehadiran armada baru ini, BPBD berharap dapat meningkatkan kecepatan respons serta efektivitas penanganan kondisi darurat di wilayah sungai.
“Harapannya, ini bisa menjadi tulang punggung operasi penyelamatan di Samarinda, terutama di kawasan perairan yang selama ini cukup rawan,” pungkasnya.