search

Berita

Konflik Timur TengahGeopolitikKementerian Haji dan Umrah

Ketegangan Geopolitik Timur Tengah Meningkat, 60 Jemaah Umrah Asal Kukar Dipastikan Aman

Penulis: Umar Daud Muhammad
Selasa, 03 Maret 2026 | 345 views
Ketegangan Geopolitik Timur Tengah Meningkat, 60 Jemaah Umrah Asal Kukar Dipastikan Aman
Ilustrasi menjalankan ibadah di Tanah Suci. (Sumber:Internet)

TENGGARONG, Presisi.co — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Kutai Kartanegara memberikan jaminan keamanan bagi seluruh jamaah umrah asal Kukar yang saat ini tengah berada di Arab Saudi. Penegasan ini dikeluarkan menyusul meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah dalam beberapa waktu terakhir.

Kepala Kantor Kemenhaj Kukar, Norjali, menyatakan bahwa hingga saat ini pihaknya terus memantau perkembangan di Tanah Suci dan memastikan tidak ada kendala berarti yang dihadapi para jamaah asal Kutai Kartanegara.

“Alhamdulillah, jamaah asal Kukar yang saat ini berada di Arab Saudi semuanya dalam kondisi aman. Mereka tetap bisa menjalankan ibadah dengan khusyuk dan lancar,” ujar Norjali saat dikonfirmasi, Selasa, 3 Maret 2026.

Meskipun eskalasi konflik yang melibatkan kekuatan besar seperti Amerika Serikat, Israel, dan Iran berdampak pada penyesuaian sejumlah jalur penerbangan internasional, Norjali memastikan aktivitas di Jeddah dan Madinah masih relatif normal.

Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah dilaporkan tetap melayani penerbangan dengan pengawasan ketat. Berdasarkan data Kemenhaj Kukar, terdapat sekitar 60 jamaah binaan yang saat ini sudah berada di Tanah Suci.

“Untuk jamaah yang kami bina, kurang lebih ada 60 orang. Mereka berangkat dalam beberapa gelombang dan semuanya sudah sampai di sana dalam keadaan sehat walafiat,” tambahnya.

Sebagai langkah mitigasi risiko dan demi keselamatan warga, Kemenhaj Kukar memutuskan untuk menangguhkan sementara keberangkatan jamaah umrah baru. Kebijakan ini terutama menyasar pada jadwal keberangkatan yang menggunakan rute transit internasional di zona merah konflik.

“Kami memilih untuk menahan dulu keberangkatan jamaah baru sampai situasi ruang udara dan penerbangan benar-benar kondusif. Langkah ini diambil murni untuk menjaga keamanan dan kenyamanan jamaah,” tegas Norjali.

Pihak Kemenhaj mengimbau kepada keluarga jamaah di Kutai Kartanegara agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya (hoax) yang beredar di media sosial.

Pemerintah daerah melalui Kemenhaj terus menjalin koordinasi intensif dengan pihak penyelenggara perjalanan (travel) serta Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah untuk melakukan pembaruan informasi secara berkala.

“Kami minta masyarakat menunggu informasi resmi dari pemerintah. Fokus kami saat ini adalah memastikan setiap jamaah bisa pulang ke tanah air dengan selamat setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah,” pungkasnya. (*)

Editor: Redaksi