Program Usaha Produktif Pengganti Plasma, Pemkab Kukar Serahkan 6 Kendaraan ke Koperasi Desa Kembang Janggut
Penulis: Umar Daud Muhammad
1 jam yang lalu | 0 views
Foto bersama usai serah terima bantuan kendaraan di Pendopo Odah Etam Tenggarong (Presisi.co/Umar Daud Muhammad)
Tenggarong, Presisi.co — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara menyerahkan enam unit kendaraan roda empat kepada Koperasi Merah Putih Desa Kembang Janggut sebagai bagian dari program usaha produktif pengganti kewajiban lahan plasma PT Rea Kaltim. Penyerahan berlangsung di Pendopo Odah Etam, Tenggarong pada Rabu, 11 Februari 2026 yang dihadiri Bupati Kukar Aulia Rahman Basri.
Bantuan kendaraan tersebut menjadi skema alternatif pemenuhan kewajiban perusahaan perkebunan sawit dalam proses perpanjangan Hak Guna Usaha (HGU).
Aulia menjelaskan, sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2021, perusahaan yang memperpanjang HGU wajib mengalokasikan 20 persen lahan untuk kebun plasma masyarakat. Namun, keterbatasan lahan di Desa Kembang Janggut membuat skema tersebut tidak memungkinkan diterapkan.
“Penyerahan kendaraan ini sebagai bentuk pengganti penyediaan lahan 20 persen plasma. Ini merupakan salah satu syarat perpanjangan HGU,” ujarnya.
Menurutnya, berdasarkan ketentuan Direktorat Jenderal Perkebunan, kewajiban plasma dapat diganti melalui usaha produktif lain dengan nilai ekonomi setara.
Karena itu, pemerintah bersama perusahaan dan koperasi desa menyepakati penggunaan kendaraan sebagai unit usaha. Kendaraan tersebut akan disewakan kepada PT Rea Kaltim, dan hasil sewanya menjadi pendapatan koperasi untuk masyarakat setempat.
“Hasil sewa kendaraan inilah yang dikonversikan menjadi penghasilan bagi koperasi sebagai wadah resmi masyarakat,” jelasnya.
Pemkab Kukar juga melibatkan akademisi untuk mengkaji kelayakan skema usaha tersebut agar nilai manfaatnya sebanding dengan kewajiban plasma.
Aulia berharap perangkat desa ikut mengawasi pelaksanaan program agar manfaatnya benar-benar dirasakan warga, khususnya masyarakat di sekitar area perkebunan.
“Harapannya ini menjadi solusi nyata supaya masyarakat lingkar sawit mendapatkan penghasilan yang layak,” tutupnya. (*)