search

Berita

Desa Kembang JanggutPT REA KaltimAulia Rahman BasriBantuan MobilAlat BeratPemkab Kukar

Kerja Sama Usaha Produktif, Desa Kembang Janggut Ingin Punya Alat Berat untuk Disewa PT Rea Kaltim

Penulis: Umar Daud Muhammad
2 jam yang lalu | 0 views
Kerja Sama Usaha Produktif, Desa Kembang Janggut Ingin Punya Alat Berat untuk Disewa PT Rea Kaltim
Simbolis penyerahan bantuan berupa mobil dari Pemkab Kukar untuk Koperasi Desa Kembang Janggut. (Presisi.co/Umar Daud Muhammad)

Tenggarong, Presisi.co — Pemerintah Desa Kembang Janggut menjalin kerja sama usaha produktif dengan PT Rea Kaltim untuk membuka peluang ekonomi masyarakat melalui Koperasi Merah Putih, dengan fokus pengadaan kendaraan operasional dan rencana penambahan unit alat berat, Rabu 11 Februari 2026.

Kepala Desa Kembang Janggut, Ardiansyah, mengapresiasi langkah perusahaan yang mulai merealisasikan program pemberdayaan masyarakat tersebut. Saat ini, koperasi desa telah mengirimkan tiga unit kendaraan roda empat untuk mendukung usaha rental mobil di area Hak Guna Usaha atau HGU PT Rea Kaltim.

“Kami sangat apresiasi sekali. Ini yang dinanti-nantikan masyarakat Desa Kembang Janggut, PT Rea Kaltim akhirnya menjalankan kewajibannya,” ujar Ardiansyah.

Ia menjelaskan, kerja sama ini menjadi alternatif program pemberdayaan di tengah proses perpanjangan HGU perusahaan. Dalam ketentuan pemerintah pusat, perusahaan perkebunan wajib menyediakan lahan plasma sebesar 20 persen bagi masyarakat sekitar.

Namun, karena umur tanaman di sebagian lahan belum mencukupi untuk skema plasma, pemerintah bersama perusahaan mencari solusi lain melalui program kegiatan usaha produktif masyarakat.

Menurut Ardiansyah, skema tersebut justru membuka peluang usaha baru bagi warga desa.

“Sementara baru tiga unit kendaraan roda empat. Tapi dari kesepakatan, kami targetkan ke depan ada unit alat berat milik masyarakat yang bisa disewakan ke perusahaan,” katanya.

Meski demikian, pemerintah desa tetap mendorong realisasi alokasi lahan plasma agar manfaat ekonomi tidak hanya berasal dari program usaha produktif, tetapi juga dari kebun sawit milik warga.

Dari total sekitar 900 hektare lahan yang dialokasikan untuk plasma, baru 113 hektare yang terealisasi.

“Ada 900 hektare alokasi lahan, yang baru terealisasi 113 hektare. Masih tersisa sekitar 800 hektare. Kami harap 500 hektare bisa untuk kebun plasma, sisanya untuk usaha produktif,” tegasnya.