search

Advetorial

Rakorda UPZ BaznasPemkab KukarKukar Idaman TerbaikOptimalisasi Zakat

Pemkab Kukar Apresiasi Rakorda UPZ Baznas, Dorong Optimalisasi Zakat untuk Kesejahteraan Masyarakat

Penulis: Redaksi Presisi
Selasa, 21 Oktober 2025 | 108 views
Pemkab Kukar Apresiasi Rakorda UPZ Baznas, Dorong Optimalisasi Zakat untuk Kesejahteraan Masyarakat
Pembukaan Rakorda Unit Pengumpul Zakat Baznas Kukar dan Apresiasi Pemkab Kukar Kepada Rakorda UPZ Baznas. (Foto : Istimewa)

Presisi.co – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengapresiasi langkah Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kukar yang menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sebagai upaya memperkuat sinergi dan optimalisasi penghimpunan zakat, infak, dan sedekah di seluruh wilayah.

Rakorda yang dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, mewakili Bupati Kukar Aulia Rahman Basri, menegaskan pentingnya peran UPZ dalam memperluas jangkauan penghimpunan dana umat, khususnya di lingkungan ASN dan BUMD.

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Sekda, disebutkan bahwa zakat memiliki potensi besar untuk mengurangi kesenjangan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pengelolaan zakat di Kukar kini diperkuat melalui Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2024 tentang Pengelolaan Zakat melalui Baznas daerah.

“Optimalisasi peran UPZ menjadi latar belakang Rakorda ini. UPZ adalah perpanjangan tangan Baznas dalam menghimpun potensi zakat, infak, dan sedekah, terutama di lingkungan ASN dan BUMD,” ujar Sunggono saat membuka acara di Gedung Serbaguna DPRD Kukar, Selasa (21/10/2025).

Bupati melalui Sekda juga menitipkan tiga pesan penting kepada seluruh peserta Rakorda:

Melakukan evaluasi capaian Gerakan Infaq Zakat (GIZ) secara komprehensif.

Menyamakan persepsi dan strategi pengelolaan zakat.

Memperkuat sinergi dan kolaborasi antara Baznas, UPZ, pemerintah daerah, serta mitra strategis.

Pemerintah daerah, lanjut Sunggono, berkomitmen mendukung pengelolaan zakat yang profesional, akuntabel, dan transparan. Namun, ia juga mengingatkan bahwa alokasi hibah untuk Baznas berpotensi mengalami penyesuaian tahun depan seiring dengan kebijakan efisiensi anggaran daerah.

Rakorda ini menjadi forum strategis di tengah mendekatnya masa akhir kepengurusan Baznas Kukar pada tahun 2026. Melalui forum ini, diharapkan muncul rumusan kebijakan dan arah baru pengelolaan zakat yang lebih adaptif dan berkelanjutan.

“Mari kita pastikan sistem pengelolaan dana zakat di Kutai Kartanegara terus berjalan profesional, akuntabel, dan tepat sasaran,” tegas Sunggono.

Dalam sesi wawancara usai acara, Sekda Kukar kembali menyampaikan apresiasi tinggi kepada Baznas Kukar atas inisiatif pelaksanaan Rakorda tersebut. Ia menilai kegiatan ini sangat penting untuk menggali potensi zakat yang belum tergarap optimal serta memperkuat kolaborasi antar-UPZ di seluruh kecamatan.

“Kami berharap UPZ di tiap wilayah mampu memastikan pengumpulan dan pengelolaan zakat berjalan transparan dan profesional, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya. (*)

 

Editor : Redaksi