search

Berita

Hendropriyono Badan Intelijen NegaraDemo di DPR RIAktor Intelektualkekuatan kapitalis global

Eks Kepala BIN Hendropriyono Sebut Ada “Tangan Luar” di Balik Ricuh Demonstrasi DPR

Penulis: Redaksi Presisi
3 jam yang lalu | 62 views
Eks Kepala BIN Hendropriyono Sebut Ada “Tangan Luar” di Balik Ricuh Demonstrasi DPR
Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), A.M. Hendropriyono saat wawancara bersama para Jurnalis. (Sumber: Istimewa)

Presisi.co - Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), A.M. Hendropriyono, angkat bicara mengenai kericuhan yang mewarnai demonstrasi di sekitar Gedung DPR pada 25 dan 28 Agustus lalu. Ia menduga, ada campur tangan pihak asing yang menjadi dalang di balik peristiwa itu.

Hendropriyono mengaku mengetahui siapa aktor yang bermain, meski ia belum bersedia mengungkapkan secara terbuka.

“Karena saya tahu. Saya tidak lebih pintar dari kalian, tapi saya mengalami semua ini. Ada yang main di balik peristiwa itu. Nanti, pada waktunya, akan saya buka namanya. Itu dari luar,” ujar Hendropriyono usai mendampingi para eks pejuang Timor Timur bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta pada Kamis, 28 Agustus 2025, melalui Suara.com, jaringan Presisi.co.

Menurutnya, aktor asing itu tidak bergerak langsung, melainkan menggunakan “kaki tangan” di dalam negeri. Hanya saja, ia menilai pihak-pihak di dalam negeri yang dimanfaatkan belum sepenuhnya sadar bahwa mereka sedang dipakai.

“Orang luar hanya menggerakkan kaki tangannya yang ada di dalam. Saya sangat yakin, mereka tidak paham kalau sedang dimanfaatkan. Tapi, cepat atau lambat, hal ini harus dibuka,” jelasnya.

Hendropriyono menegaskan dugaan bahwa aktor tersebut bukan berasal dari negara, melainkan kelompok non-state actor yang punya pengaruh besar dalam menentukan arah kebijakan.

“Sebetulnya non-state. Tapi dampaknya bisa mengubah arah kebijakan negara. Kita bisa baca, langkah-langkah mereka selalu sejalan dengan usulan kelompok non-state itu,” ungkapnya.

Ia bahkan menyebut beberapa nama besar yang menurutnya kerap menjadi simbol kekuatan kapitalis global.

“Isinya ya George Soros, George Tenet, tadi juga disebut David Rockefeller, Bloomberg. Baca sendiri lah, kaum kapitalis begitu yang biasa memberi usul,” katanya menambahkan.

Lebih jauh, Hendropriyono menilai keterlibatan pihak asing itu bukan semata-mata intervensi politik, melainkan bentuk penjajahan gaya baru.

“Tujuannya sama saja, dari dulu pun ingin menjajah. Hanya saja caranya berbeda. Kalau dulu pakai peluru, pakai bom. Sekarang bentuknya lain. Kalau kita diam saja, ya habis kita,” tegasnya. (*)

Editor: Redaksi