Penulis: Rafika
Presisi.co - Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana (Purn), Slamet Soebijanto, mengungkap alasan di balik usulannya agar Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka diganti atau dimakzulkan.
Menurut Slamet, selain proses pencalonan Gibran yang dinilainya bermasalah secara prosedur, ia juga menilai Gibran tidak memenuhi syarat sebagai sosok pemimpin yang ideal.
"Saya menginginkan wakil yang terbaik dong,” kata Slamet usai menghadiri acara diskusi bertajuk Quo Vadis Amanda Amandemen UUD 1945 di Matraman, Jakarta Pusat, Sabtu (3/5/2025), sebagaimana diberitakan Suara.com.
Baginya, sosok wakil presiden yang layak harus memiliki kompetensi serta rekam jejak pengalaman yang memadai.
Lebih dari itu, Slamet bahwa calon pemimpin juga wajib mencerminkan nilai-nilai Pancasila seperti keimanan, keilmuan, keadilan, keadaban, etika, dan budaya.
Namun, menurut Slamet, dari semua kriteria tersebut, Gibran tidak memenuhi syarat.
“Kalau menurut itu, (Gibran) enggak masuk. Kriteria itu harus benar-benar dipenuhi. Kalau enggak ya kasihan bangsa ini,” tuturnya.
Sebelumnya diberitakan, Forum Purnawirawan Prajurit TNI menyampaikan delapan tuntutan lewat pernyataan sikap yang ditandatangani purnawirawan jenderal, laksamana, dan marsekal.
Mereka yang menandatangani pernyataan sikap tersebut di antaranya; Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi, Jenderal TNI (Purn) Tyasno Soedarto, Laksamana TNI (Purn) Slamet Soebijanto, Marsekal TNI (Purn) Hanafie Asnan. Sementara mengetahui, yakni Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno.
Dokumen tersebut juga menyebutkan telah ditandatangani oleh 103 jenderal, 73 laksamana, 65 marsekal, dan 91 kolonel.
Tunutan itu di bingkai dengan latar belakang gambar bendera merah putih serta tulisan, "Kami Forum Purnawirawan Prajurit TNI Mendukung Presiden Prabowo Subianto Menyelamatkan NKRI".
Sebagaimana dokumen yang ditandatangani, berikuit delapan poin soal pernyataan sikap purnawirawan Prajurit TNI:
Editor: Rafika




