Polisi Periksa Sejumlah SPBU di Samarinda, Belum Temukan Kecurangan BBM
Penulis: Akmal Fadhil
22 jam yang lalu | 88 views
Satreskrim Polresta Samarinda saat melakukan sidak disejumlah SPBU Samarinda. (Sumber: Tangkapan layar YouTube/Fakta Borneo)
Samarinda, Presisi.co – Polresta Samarinda melalui Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan permasalahan bahan bakar minyak (BBM) yang diduga menyebabkan sejumlah kendaraan mengalami gangguan.
Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Dicky Anggi Pranata, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan inspeksi di lima SPBU di Samarinda. Hasil pemeriksaan sementara tidak menemukan indikasi kecurangan maupun penurunan kualitas BBM.
"Sejauh ini, belum ada temuan mencurigakan. Berdasarkan pengecekan di lapangan, kualitas BBM masih dalam kondisi normal dan tidak ada campuran zat asing yang terdeteksi," ujarnya pada Selasa, 1 April 2025.
Meski demikian, pihak kepolisian tetap membuka ruang bagi masyarakat yang merasa dirugikan untuk melapor secara resmi agar kasus ini dapat ditindaklanjuti lebih lanjut.
"Kami mengimbau masyarakat yang mengalami masalah pada kendaraannya setelah mengisi BBM untuk segera membuat laporan resmi. Jika ada bukti kuat, kami akan mengambil tindakan lebih lanjut," tambahnya.
Selain inspeksi langsung, Satreskrim Polresta Samarinda juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan takaran dan kemurnian BBM yang dijual di SPBU.
"Kami telah mengecek beberapa SPBU di Jalan AW Syahrani, Palaran, dan Jalan Teuku Umar. Dalam proses ini, kami juga melibatkan dinas terkait guna melakukan uji takaran serta verifikasi kandungan BBM," jelasnya.
Hingga saat ini, belum ada laporan resmi dari masyarakat selain keluhan yang beredar di media sosial. Namun, kepolisian tetap berupaya menghubungi warga yang menyampaikan keluhan secara daring guna mendapatkan keterangan lebih lanjut.
"Kami sudah mencoba menghubungi beberapa pengendara yang mengaku mengalami kendala setelah mengisi BBM di SPBU tertentu. Namun, hingga kini belum ada tanggapan dari mereka," tutupnya. (*)