search

Berita

Mardani Ali SerapksGeloraGelora tolak PKSPemerintahan Prabowo-Gibran

Gelora Ogah PKS Gabung Pemerintahan Prabowo-Gibran, Mardani Ali Sera Beri Repons Begini

Penulis: Rafika
Senin, 29 April 2024 | 2.878 views
Gelora Ogah PKS Gabung Pemerintahan Prabowo-Gibran, Mardani Ali Sera Beri Repons Begini
Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera. (net)

Presisi.co - Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera, menanggapi pernyataan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Gelora Mahfuz Sidik yang ogah menerima PKS bergabung ke koalisi pemerintahan Prabowo-Gibran.

Menanggapi penolakan tersebut, Mardani Ali Sera mengatakan PKS dan Ketum Gelora Anies Matta memiliki perbedaan visi. Hal ini disampaikan anggota DPR RI Komisi II tersebut melalui unggahan reels Instagram-nya. Ia juga didampingi sang istri, Siti Oniah, yang juga kader PKS dalam video tersebut.

"Proposalnya kita sama Mas Anies beda dan visinya beda," ujar Mardani, dikutip Senin (29/4/2024).

Mardani menegaskan bahwa PKS siap menjadi oposisi. Menurutnya, keberadaan oposisi penting untuk mengawal jalannya pemerintahan Prabowo-Gibran.

"Kalau saya opisisi, sehat kok. Sekalian kita jaga pemerintah biar betul-betul bekerja buat rakyat," jelas Mardani.

Sementara itu, Siti Oniah juga sempat menyindir balik partai yang menolak berkoalisi dengan PKS. 

"Aduh ya, dengar berita yang menolak PKS untuk koalisi. Aduh, terima kasih ya, itu partai apa ya? Nggak lolos PT gitu loh. Takut disaingi ya. Masyaallah tabarakallah. Nol koma sekian loh," sindir Siti.

Sebelumnya, Sekjen Gelora Mahfuz Sidik menanggapi PKS yang membuka peluang berkoalisi dengan Prabowo-Gibran. Mahfuz Sidik secara tegas PKS bergabung dengan koalisi Prabowo-Gibran.

Menurutnya, apabila PKS bergabung jadi pendukung pemerintahan Prabowo-Gibran, maka akan menjadi sinyal pembelahan massa ideologisnya.

"Jika sekarang PKS mau merapat karena alasan proses politik sudah selesai, apa segampang itu PKS bermain narasi ideologisnya? Apa kata pendukung fanatiknya? Sepertinya ada pembelahan sikap antara elite PKS dan massa pendukungnya," kata Mahfuz Sidik dalam keterangannya, Sabtu (27/4/2024).

Mahfuz juga menyinggung sikap PKS yang kerap melakukan serangan secara masif kepada Prabowo-Gibran, terutama kepada Gibran Rakabuming Raka dan Presiden Jokowi selama masa kampanye Pemilu 2024.

"Seingat saya selama proses kampanye, di kalangan PKS banyak muncul narasi sangat ideologis dalam menyerang sosok Prabowo-Gibran," ungkapnya. (*)

Editor: Rafika