search

Berita

TRC PPA KaltimViral di MedsosDugaan PelecahanGuru dan MuridSMK di SamarindaGuru SMK

TRC PPA Kaltim Terima Aduan dari 2 Korban Dugaan Pelecehan Oknum Guru SMK di Samarinda

Penulis: Muhammad Riduan
1 jam yang lalu | 0 views
TRC PPA Kaltim Terima Aduan dari 2 Korban Dugaan Pelecehan Oknum Guru SMK di Samarinda
Biro Hukum TRC PPA Kaltim, Sudirman (Tengah). (Presisi.co/Muhammad Riduan)

Samarinda, Presisi.co – Dugaan kasus pelecehan yang melibatkan seorang oknum guru SMK di Kota Samarinda viral di media sosial dalam beberapa hari terakhir. Kasus tersebut kini mendapat perhatian dari Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak Kalimantan Timur (TRC PPA Kaltim).

Biro Hukum TRC PPA Kaltim, Sudirman menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima laporan resmi dari dua orang diduga korban yang merupakan alumni sekolah tersebut.

“Malam ini kami dari TRC PPA Provinsi Kaltim mendapatkan aduan dari korban yang diduga dilakukan oleh guru di salah satu SMK di Kota Samarinda. Kasus ini memang sudah beberapa hari viral, namun laporan resmi baru kami terima hari ini,” ucapnya Jumat 13 Februari 2026.

Ia menjelaskan, terduga pelaku disebut sudah tidak lagi aktif mengajar dan diduga telah dinonaktifkan. Bahkan, informasi yang diterima menyebutkan laporan juga telah disampaikan ke Dinas Pendidikan, meski pihaknya belum mengetahui secara rinci isi laporan tersebut.

Sudirman menegaskan, dua korban yang melapor meyakini diri mereka sebagai korban tindakan terduga pelaku. Ia juga membantah jika disebut tidak ada kejadian di lingkungan sekolah.

“Kalau kemudian ada pernyataan bahwa tidak ada kejadian tersebut, justru itu yang tidak sesuai fakta. Dua korban yang datang kepada kami adalah alumni sekolah tersebut dan rata-rata kejadian terjadi saat mereka masih di bawah umur, sekitar 15 hingga 16 tahun,” tegasnya.

Menurut keterangan korban, modus yang digunakan terduga pelaku adalah dengan mendekati korban layaknya sosok ayah yang memberikan perhatian dan kasih sayang. Korban disebut merupakan anak-anak yang kurang mendapatkan figur ayah, sehingga kondisi tersebut diduga dimanfaatkan oleh pelaku.

Selain itu, terduga pelaku juga disebut menggunakan modus menjodohkan korban dengan anaknya. Namun faktanya, saat pertemuan berlangsung, korban hanya berdua dengan terduga pelaku di lokasi yang telah ditentukan.

“Korban juga diarahkan bahkan untuk kabur dari rumah. Mereka berada di bawah tekanan dan bujuk rayu,” katanya.

Dari dua laporan yang diterima, korban berasal dari angkatan tahun 2017 dan 2018. TRC PPA juga mengungkap kemungkinan adanya korban lain. Bahkan, salah satu korban disebut dalam kondisi hamil dan diduga berkaitan dengan kasus tersebut.

“Dua korban yang datang kepada kami adalah fakta nyata. Satu korban lainnya saat ini juga meninggalkan rumah,” bebernya.

TRC PPA Kaltim menyatakan siap mengawal kasus tersebut hingga tuntas dan mendorong aparat penegak hukum segera melakukan penyelidikan, mengingat dugaan tindak pidana terjadi saat korban masih berstatus anak di bawah umur.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMK terkait, menyatakan pihak sekolah masih melakukan penelusuran atas kebenaran informasi yang beredar tersebut.

“Kalau berita viral ini, kami belum bisa mengatakan benar atau tidak karena masih dalam tahap pencarian informasi. Kami tidak mungkin hanya mendengar cerita saja tanpa fakta yang terverifikasi,” ujarnya ditemui sejumlah media.

Ia menambahkan, pihak sekolah telah melakukan konferensi internal dan melaporkan persoalan tersebut ke Dinas Pendidikan. Saat ini, proses di tingkat dinas masih berjalan. (*)

Editor: Redaksi