search

Advetorial

Stunting SamarindaRisiko StuntingPemkot Samarinda

PLKB Sampaikan Jumlah Keluarga Berisiko Stunting di Kecamatan Sungai Pinang

Penulis: Nelly Agustina
Jumat, 19 Mei 2023 | 688 views
PLKB Sampaikan Jumlah Keluarga Berisiko Stunting di Kecamatan Sungai Pinang
Rembuk stunting bersama seluruh Kelurahan dan PLKB se-Kecamatan Sungai Pinang (Istimewa)

Samarinda, Presisi.co – Kepala Penyuluh Keluarga Berencana (PLKB) Kecamatan Sungai Pinang Fitri Noviyani ungkapkan hasil temuan beberapa keluarga berisiko stunting setelah pihak melakukan verifikasi dan validasi hasil pemutakhiran data yang dilakukan di 5 kelurahan.

Hasilnya, dari 5 Kelurahan yaitu Kelurahan Temindung Permai, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kelurahan Gunung Lingai, Kelurahan Mugirejo, dan Kelurahan Bandara dengan total keluarga berisiko sebanyak 4.445 keluarga dengan sasaran 9.810 keluarga.

“Keluarga berisiko ini terdapat klasifikasinya mengapa dikatakan berisiko, jadi bukan berarti anaknya sudah stunting,” ungkapnya.

Fitri katakan bahwa banyak yang faktor penilaian yang dapat menentukan Keluarga tersebut berisiko stunting, hal ini berdasarkan pada penilaian yang harus di survei oleh kader Keluarga Berencana di tingkat Kelurahan dan tingkat RT.

“Sasaran surveynya untuk keluarga yang memiliki anak Baduta (bawah dua tahun) dan Balita (bawah lima tahun) dan keluarga yang memiliki ibu hamil,” sambungnya.

Dalam penilaian tersebut Fitri katakan penilaiannya juga mencakup penilaian terhadap kesediaan sumber air minum utama yang layak konsumsi dan kepemilikan jamban layak.

“Jadi jika tidak layak dan sumber air yang tidak layak konsumsi akan dikategorikan sebagai keluarga berisiko stunting,” jelasnya.

Terdapat juga penilaian 4 terlalu jelas Fitri yaitu Terlalu Muda dengan kategori usia istri kurang dari 20 tahu, terlalu tua dengan usia istri di kategori 35 – 40 tahun, Terlalu dekat yaitu dengan jarak kelahiran anak kurang dari 2 tahun, dan Terlalu Banyak dimana keluarga yang memiliki anak lebih dari 3 anak.

“Nantinya keluarga-keluarga berisiko stunting ini kan direkomendasikan mendapat rujukan pendampingan sesuai dengan kebutuhan keluarga tersebut,” pungkasnya. (*)

Editor: Redaksi