search

Daerah

Agus Tri SutantoDprd Samarinda Sungai Karang MumusAndi Harun

Bersih-bersih SKM, Sekretaris DPRD Samarinda: Perlu Partisipasi Warga

Penulis: Jeri Rahmadani
Sabtu, 16 Juli 2022
Bersih-bersih SKM, Sekretaris DPRD Samarinda: Perlu Partisipasi Warga
Sekretaris DPRD Kota Samarinda, Agus Tri Sutanto. (Jeri/Presisi.co)

Samarinda, Presisi.co - Upaya pengendalian banjir melalui giat bersih-bersih Sungai Karang Mumus (SKM) kembali digalakkan Pemerintah Kota Samarinda, Sabtu, 16 Juli 2022. 

Kegiatan bersih-bersih ini dilakukan perdana dengan menurunkan ribuan pegawai ASN dan non-ASN dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Samarinda, diikuti para camat dan lurah di lingkungan masing-masing khusus untuk melaksanakan kerja bakti. 

Pun demikian dengan jajaran dari Sekretariat DPRD Kota Samarinda. Dikatakan Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Samarinda, Agus Tri Sutanto, menyebut pihaknya menurunkan sekitar 65 orang. 

"Kita mendapat jatah membersihkan di segmen Jembatan Kehewanan sampai Masjid Al Misbah," ucap Agus Tri sapaannya kepada awak media. 

Ia menegaskan, Sekretariat DPRD Samarinda mendukung penuh kegiatan pembersihan lingkungan kota oleh Pemkot Samarinda. 

"Kami bersama pemkot berupaya untuk memotivasi warga. Dan alhamdulillah, bukan hanya di jalur SKM saja, saya tadi sempat keliling. Ada beberapa titik, para camat dan lurah juga memotivasi warga ikut pembersihan kerja bakti di lingkungan masing-masing," jelasnya. 

Agus Tri melanjutkan, pengendalian banjir melalui giat bersih-bersih sungai ini perlu terus dilakukan ke depannya. Namun demikian, sebut dia, seluruh program yang dilakukan perlu dibarengi partisipasi warga. 

Tak hanya itu, lanjut Agus Tri, organisasi lingkungan hingga politik yang mempunyai niat yang sama mengendalikan banjir di Kota Tepian, diimbau dapat terlibat atau membuat kegiatan bersih-bersih yang serupa. 

"Tidak ada kerja pemerintah yang bisa berjalan dan berhasil baik tanpa bantuan warga. Sampah misalnya, satu yang penting agar masyarakat tidak membuang sampah di sungai," pungkasnya. (*)

Editor: Yusuf