search

Daerah

SMAN 10 SamarindaKonflik Yayasan MelatiDPRD KaltimRusman Ya'qubEducation Center Samarinda

Geruduk DPRD Kaltim, Orang Tua dan Siswa SMAN 10 Samarinda Kekeh Tolak Pemindahan Sekolah

Penulis: Cika
Senin, 03 Januari 2022
Geruduk DPRD Kaltim, Orang Tua dan Siswa SMAN 10 Samarinda Kekeh Tolak Pemindahan Sekolah
Aksi demo siswa-siswi SMAN 10 Samarinda di depan kantor DPRD Kaltim. (Achmad for Presis.co)

Samarinda, Presisi.co - Perjuangan orang tua siswa dan siswa-siswi SMAN 10 Samarinda untuk tetap bersekolah di lokasi Yayasan Melati terus dilakukan.

Pada Senin siang, 3 Januari 2021, ratusan siswa-siswi SMAN 10 Samarinda bersama para orang tua siswa serta didampingi pengurus Paguyuban, pengurus Asosiasi Masyarakat Peduli Pendidikan (AMPP) dan Forum RT Loa Janan Ilir menggelar aksi damai di depan kantor DPRD Kaltim.

Para siswa-siswi hadir menggunakan seragam sekolah dengan membentangkan beberapa spanduk berisikan kritik terhadap Pemerintah Provinsi Kaltim.

Lebih kurang 1 jam menyampaikan orasi. Perwakilan massa aksi diterima oleh beberapa anggota DPRD Kaltim untuk masuk menyampaikan tuntutan mereka.

Tiga tuntutan yang disampaikan yakni, pertama, meminta DPRD Kaltim untuk dapat memanggil Gubernur Kaltim, Isran Noor untuk membatalkan pemindahan SMAN 10 Samarinda dari jalan HAAM Riffadin ke lokasi Education Center.

Kedua, meminta DPRD Kaltim untuk meminta Gubernur dan Dinas Pendidikan Kaltim untuk memerintahkan Yayasan Melati keluar dari wilayah tanah Pemprov Kaltim, untuk tidak lagi mengelola aset pemerintah.

Ketiga, memastikan hal masyarakat di tiga kecamatan, Samarinda Seberang, Palaran dan Loa Janan Ilir untuk mendapatkan sistem pendidikan zonasi.

"SMA 10 ini sekolah unggulan. Sudah banyak prestasi yang ditorehkan. Sehingga ini menjadi aset dari Samarinda Seberang ataupun aset di tiga kecamatan," ujar, Suswanto salah satu orang tua siswa yang hadir.

Suswanto menambahkan, pemindahan ini sangat berdampak pada kapasitas sekolah yang ada di wilayah tersebut. Pasalnya, hanya dengan adanya SMAN 10 saja belum mampu menampung para siswa dengan sistem zonasi.

"Kenapa gak sekolah di jalan HAAM Riffadin saja yang disempurnakan fasilitasnya," tuturnya.

Disebutkan bahwa pihak SMAN 10 Samarinda telah 6 kali melakukan hearing dengan DPRD Kaltim. Namun dari hasil hearing belum ada respon dari Gubernur Kaltim.

"Intinya orang tua dan siswa akan tetap bersikukuh menempati sekolah. Akan ada tuntutan lain yang kami persiapkan," imbuhnya.

Terpisah, salah satu anggota DPRD Kaltim Rusman Ya'qub yang menerima kedatangan orang tua siswa dan para siswa-siswi mengatakan, DPRD selaku lembaga yang dipilih oleh masyarakat telah melakukan fungsinya dengan menyampaikan aspirasi kepada Pemprov Kaltim.

Namun, sambung Rusman, Gubernur Kaltim tetap bersikukuh dengan keputusan memindah SMAN 10 Samarinda ke lokasi Education Center.

"Semua aspirasi sudah kita sampaikan kepada pemerintah. Yang jadi masalah sikapnya Gubernur tetap bersikukuh ingin memindahkan SMAN 10. Disitu masalahnya," ujarnya.

Disinggung apakah Dewan sependapat dengan tuntutan orang tua siswa dan para siswa, Politisi PPP itu menyebut gabungan komisi menilai sekolah SMAN 10 Melati tidak perlu berpindah ke tempat lain.

"Ya kalau hasil hearing kita gabungan komisi sebetulnya menurut saya tidak harus pindah. Kan masih bisa belajar bersama seperti dulu. Kenapa sekarang tidak bisa. Itu jadi pertanyaan," ucapnya.