search

Daerah

Pro BebayaAPBD SamarindaAndi Harun

Pilot Project Pro Bebaya, Pemkot Samarinda Kucurkan Dana Rp5,9 Miliar

Penulis: Jeri Rahmadani
Senin, 15 November 2021
Pilot Project Pro Bebaya, Pemkot Samarinda Kucurkan Dana Rp5,9 Miliar
Pemkot Samarinda saat melaunching Pro Bebaya. (Jeri Rahmadani/Presisi.co)

Samarinda, Presisi.co - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda telah memulai tahapan pelaksanaan program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat (Pro Bebaya) di tahun 2021 ini. 

Kepala Bagian Pemerintahan Pemkot Samarinda, Arif Surochman menyatakan, sebanyak 59 kelurahan telah disosialisasikan tentang teknis pelaksanaan program Rp 100 - Rp 300 juta per RT per tahun tersebut. 

Meski begitu, pelaksanaan Pro Bebaya baru hanya dilakukan sebatas pilot project yang bakal dilaksanakan di satu RT tiap kelurahan. Sehingga, setiap kelurahan hanya memilih 1 RT yang akan menerapkan Pro Bebaya. 

"Kami sudah undang pelaksana kegiatan dari bendahara dan kelurahan, tujuannya supaya mengetahui bagaimana pelaksanaan secara teknis Pro Bebaya itu," ujar Arif Surochman saat dikonfirmasi awak media, Senin, 15 November 2021. 

Arif menyebutkan, setiap satu RT pada 2021 ini menerima dana Rp 100 juta untuk menjalankan Pro Bebaya yang pelaksanaannya mengacu Peraturan Wali Kota Samarinda (Perwali) 46/2021. 

Dibeberkannya, anggaran yang dialokasikan untuk pilot project pro bebaya pada tahun 2021 ini adalah Rp 5,9 miliar. 

"Ketika mereka sudah mengambil Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA), itu sudah bisa berjalan. Karena untuk melaksanakan kegiatan harus ada DPA sebagai dasar pelaksanaan, kami juga akan memantau langsung pelaksanaannya di lapangan," lanjut Arif menerangkan. 

Arif menerangkan, bahwa kelurahan yang nantinya akan menjadi fasilitator dan pembina atas berjalannya program ini. 

Sementara itu, Arif menyebutkan, untuk pelaksanaan Pro Bebaya di tahun 2022 masih menunggu kepastian anggaran APBD Murni 2022 yang masih dalam pembahasan dan masih ada kemungkinan berubah. 

"Kami juga akan evaluasi melalui pelaporan masing-masing RT dalam beberapa waktu ke depan, dan akan kelihatan apa yang masih kurang sehingga 2022 lebih baik lagi pelaksanaannya," pungkasnya. (*) 

Editor: Yusuf