search

Advetorial

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota SamarindaSamri Shaputrasamarindadprd samarinda

Sedimentasi Sebabkan Genangan Air di Beberapa Ruas Jalan, Samri Shaputra Minta Pemkot Samarinda Fokus Perbaikan

Penulis: Jeri Rahmadani
Senin, 15 November 2021
Sedimentasi Sebabkan Genangan Air di Beberapa Ruas Jalan, Samri Shaputra Minta Pemkot Samarinda Fokus Perbaikan
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra. (Jeri Rahmadani/Presisi.co)

Samarinda, Presisi.co - Persoalan sedimentasi yang cukup tinggi dinilai menjadi salah satu penyebab kerapnya masalah banjir di Samarinda terus berulang.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra, meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda fokus terhadap perbaikan drainase di titik-titik yang kerap menjadi langganan banjir.

Ia menilai, bahwa masalah banjir di Kota Tepian salah satunya disebabkan sedimentasi di saluran drainase-drainase yang setiap waktu semakin meningkat.

"Dulu parit itu dalamnya 1 meter sampai 1,5 meter. Sekarang paling tinggal 40 cm saja," kata Samri sapaannya saat ditemui awak media di ruang kerjanya, kantor DPRD Kota Samarinda, Senin, 15 Oktober 2021.



Pengerukkan drainase, kata Samri, dapat menjadi solusi jangka panjang. Ia meyakini jika Pemkot Samarinda melalui dinas terkait mampu melakukan normalisasi drainase se-Kota Samarinda, maka banjir diprediksi akan cepat teratasi.

"Meskipun banjir tetap ada, tapi tidak bakal lama," imbuhnya.

Disinggung terkait alokasi anggaran perbaikan drainase di Samarinda sendiri, Politisi dari Fraksi PKS tersebut mengatakan bahwa tidak ada anggaran khusus untuk pemeliharaan drainase secara berkala.

"Sebenarnya kalau anggaran khusus itu tidak ada. Tapi kita bisa mengerjakan itu secara rutin setiap minggu, setiap bulan, dengan melibatkan masyarakat pasti bisa selesai, tidak perlu anggaran besar," terangnya.

Kendati demikian, hingga kini dikatakan Samri, kegiatan ini urung terlaksana. Ia menduga bahwa selama ini kegiatan pembangunan tidak berlandaskan kebutuhan masyarakat.

"Tapi dibangun berdasarkan keinginan. Kita ini harus lihat apa sih kebutuhan masyarakat. Butuhnya drainase, kita kasih jalan. Akhirnya jalannya rusak karena banjir, akibat drainase tidak terbangun," cetusnya.

Oleh sebab itu, Samri mengingatkan agar pemkot bisa lebih memahami mekanisme pembuatan jalan dengan mengoptimalkan drainase-drainase yang ada.

"Karena harusnya drainase dulu baru jalan. Perencanaan yang harus dilihat," pungkasnya. (*)