search

Daerah

dprd kaltimBuah NagaCurhat Petanimuhammad samsunpdi perjuangan

Curhat Petani Buah Naga di Bukit Merdeka: Panen Melimpah Tapi Jalan Rusak

Penulis: Jeri Rahmadani
Senin, 23 Agustus 2021
Curhat Petani Buah Naga di Bukit Merdeka: Panen Melimpah Tapi Jalan Rusak
Wakil Ketua DPRD Kaltim, Muhammad Samsun (dua dari kanan) saat panen buah naga bersama petani di Kelurahan Bukit Merdeka, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara. (Istimewa)

Samarinda, Presisi.co – Petani buah naga di Kelurahan Bukit Merdeka, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, masih saja dipusingkan dengan rusaknya akses jalan pertanian dan perkampungan setempat yang menghambat distribusi hasil panen buah naga untuk dijual ke masyarakat.

"Apa lagi kalau hujan. Ini jalan kampung kami yang rusak parah. Pernah mobil angkutan itu keperosok, sampai enggak bisa lewat. Akhirnya buah itu yang banyak yang gagal jual. Kami bagi-bagi di kampung saja dari pada busuk,” ungkap salah seorang petani buah naga, Kumar pada Minggu 22 Agustus 2021 kemarin.

Persoalan yang sudah menahun tersebut, lanjut Kumar memang selalu menjadi momok bagi para petani di Bukit Merdeka. Padahal, hasil panen buah naga mereka, dikenal melimpah ruah. 

"Kami sangat bersyukur dengan hasil panen ini, namun kami juga masih punya kekurangan," curhatnya.

Tak patah arang, Kumar bersama rekan petaninya pun mengundang Wakil Ketua DPRD Kaltim Muhammad Samsun untuk ikut berpartisipasi saat panen raya yang digelar sehari sebelum HUT ke-76 Republik Indonesia, Senin 16 Agustus 2021. 

"Ahamdulillah, ternyata benar bapak Samsun datang,” sorak Kumar, saat itu.

Kehadiran politisi PDI Perjuangan itu tentu dimanfaatkan oleh Kumar dan petani buah naga lainnya. Berbekal proposal yang mereka serahkan, besar harapan petani agar jalan rusak yang selama ini menghambat mobilisasi warga dan akses angkut buah naga segera diperbaiki.

"Ya saya sangat bersyukur, saat di undang para petani. Setelah berkelok-kelok dengan jalan yang rusak parah, saya disuguhkan dengan pemandangan yang cantik. Selepas mata memandang itu semua buah naga. Kampung ini sangat memilik potensi,” kata Samsun.

Setelah melihat dan mendengar langsung kondisi yang dihadapi para petani, Samsun meminta agar lurah segera mengawal aspirasi petani hingga masuk di Musrenbang.

"Kami siap anggarkan untuk perbaikan jalan. Selama ini yang saya tahu, para petani berjuang secara mandiri. Pemerintah harus hadir di tengah mereka,” pungkas Samsun. (*)

Editor: Yusuf