search

Advetorial

Martina YuliantiPemkab Kukar Bantuan Alat Medis untuk Kukar

Kukar Krisis Alat Medis, Ini Kata Martina Yulianti

Penulis: Naldi Ghifari
Kamis, 22 Juli 2021
Kukar Krisis Alat Medis, Ini Kata Martina Yulianti
Sekretaris Satgas Covid-19 Kukar Martina Yulianti pada saat menghadiri acara penyerahan regulator oksigen. (ist)

Tenggarong, Presisi.co – Kutai Kartanegara (Kukar) mengalami krisis alat medis dikarenakan pasien Covid-19 masih terus bertambah jumlahnya. Sekretaris Satgas Covid-19 Kukar Martina Yulianti menyatakan hal tersebut dalam acara penyerahan regulator oksigen, Rabu 21 Juli 2021.

Martina sangat mengharapkan mendapat bantuan alat medis yang persediaannya langka. Salah satunya konsentrator oksigen. "Alat tersebut sangat kami butuhkan. Semoga bisa segera mendapatkan bantuan tersebut," ungkap Martina.

Alat tersebut sangat diperlukan karena juga dapat menggantikan fungsi dari tabung oksigen. Sebab, oksigen konsentrator dapat mengubah udara bebas di sekitar menjadi oksigen murni yang bisa digunakan pasien.

Tak hanya itu Martina membutuhkan alat high flow nasal cannula (HFNC) untuk menangani pasien yang mengalami gangguan pernapasan. "Terakhir pulse oksimeter juga sangat kami butuhkan," singkatnya.

Pulse oksimeter juga sama pentingnya. Alat ini untuk mengukur oksigen di dalam darah. Alat ini bekerja dengan memasukkan jari ke dalam alat tersebut sehingga dapat dilihat persentase oksigennya di dalam darah. "Alat tersebut menjadi krisis karena kapasitas di rumah sakit dan puskesmas sangat terbatas. Jadi banyak pasien yang dirawat di rumah," jelasnya.

Namun bagi pasien yang dirawat di rumah akan tetap dipantau dengan harapan pasien dapat memiliki alat pulse oksimeter untuk melihat persentase oksigen secara mandiri agar mudah ditangani. "Jika angka persentase di bawah 94, maka pasien tidak bisa lagi isoman," ucap Martina.

Martina mengatakan, pulse oksimeter sebenarnya tidak terlalu mahal harganya. Namun sangat penting. Jadi dia mengharapkan mendapatkan bantuan alat-alat tersebut untuk masyarakat Kukar. "Karena kelangkaan alat tersebut mengakibatkan harganya menjadi tidak wajar," ucapnya.

"Jika mengunakan anggaran pemerintah akan menimbulkan masalah karena harga yang tidak wajar itu. Makanya sangat diharapkan bantuan dari luar," tambahnya. (*)
Editor: Rizki