search

Advetorial

Disdikbud KukarPemkab KukarVaksinasi Guru Kukar

Disdikbud Kukar Kejar Target Vaksinasi untuk Guru

Penulis: Naldi Ghifari
Rabu, 14 Juli 2021
Disdikbud Kukar Kejar Target Vaksinasi untuk Guru
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kukar, Slamet Hadiraharjo (istimewa).

Tenggarong, Presisi.co - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan untuk segera menyelesaikan target vaksinasi bagi tenaga pengajar atau guru di Kukar hingga 100 persen. Dari pencapaian saat ini yang baru menginjak diangka 80 persen. Berbagai upaya pun dilakukan, memastikan percepatan segera diwujudkan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kukar, Slamet Hadiraharjo, mengatakan ini juga sebagai upaya pihaknya untuk memenuhi persyaratan untuk menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kukar.

Sebagian besar dikatakan Slamet, guru yang belum menjalani vaksinasi baik dosis pertama dan kedua, yakni yang bekerja di daerah hulu mahakam. Sangat jauh jumlahnya yang divaksin dengan kecamatan-kecamatan yang dekat dengan ibukota kabupaten, Tenggarong.

Sedangkan yang seperti diketahui, di kecamatan-kecamatan di hulu mahakam hanya terbatas di tiap puskesmas saja. Jika seperti Kecamatan Tenggarong dan sekitarnya memang banyak fasilitas pelayanan untuk pelaksanaan vaksinasi dibuka.

"Kalau di kota ini mudah dijangkau, akses dan fasilitas pelayanannya banyak," kata Slamet belum lama ini.

Belum lagi terbatasnya akses menuju lokasi vaksinasi. Letak desa-desa yang jauh dari kecamatan. Sehingga membutuhkan biaya dan waktu lebih, untuk sekedar melakukan vaksinasi saja.

Berbagai langkah pun bakal dilakukan oleh Disdikbud Kukar, guna merampungkan sekitar 20 persen tenaga guru yang belum melaksanakan vaksinasi. Seperti menyurati seluruh kepala sekolah di Kukar. Khusus sekolah-sekolah yang belum seluruhnya tenaga guru divaksinasi. Meskipun hanya sebatas imbauan saja.

Tidak terlepas, dengan melakukan komunikasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan puskesmas setempat. Harapannya mereka bisa melakukan jemput bola, memastikan target vaksinasi dapat tercapai.

"Kalau target 100 persen secepatnya lah, harapan sebagai salah satu persyaratan untuk melaksanakan PTM," tutup Slamet. (*)

Editor: Yusuf