search

Daerah

Vaksinasi Covid-19Wali Kota Balikpapan Disuntik Vaksin CoronaVaksinasi Covid-19 di Balikpapan

Wali Kota Balikpapan Hanya Mengaku Lapar Setelah Disuntik Vaksin Covid-19

Penulis: Nur Rizna Feramerina
Sabtu, 27 Februari 2021
Wali Kota Balikpapan Hanya Mengaku Lapar Setelah Disuntik Vaksin Covid-19
Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi saat melakukan proses skrining kesehatan

Balikpapan, Presisi.co - Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi baru saja disuntik vaksin covid-19 bersamaan dengan peserta vaksinasi lainnya yang berasal dari instansi pelayan publik, Sabtu (27/2/2021).

Rizal baru menerima suntikan vaksin covid-19 pada tahap II ini karena vaksin yang digunakan berbeda dari vaksin tahap I. Vaksin yang diberikan kepada Rizal adalah khusus untuk peserta lansia atau berusia di atas 60 tahun.

Sesaat setelah disuntik, Rizal menuturkan tidak ada efek apapun yang dirasakan setelah cairan vaksin tersebut mengalir di tubuhnya.

“Ya terasa sedikit lah, belum ada efek, lapar aja,” kata Rizal sembari tertawa kepada awak media.

Lebih lanjut, vaksinasi massal ini juga berlaku bagi pejabat publik di tiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan petinggi-petinggi instansi layanan publik lainnya yang juga telah terdaftar. Terkecuali mereka yang sebelumnya telah terkonfirmasi positif covid-19.

“Ini seluruh kepala OPD wajib divaksin, yang tidak wajib adalah yang pertama yang sudah pernah terkonfirmasi, yang lainnya harus diperiksa dulu kalau kondisinya baik harus divaksin tidak alasan,” lanjut Rizal.

Namun jika dalam proses skrining kesehatan peserta tersebut tidak lolos, maka proses vaksinasi harus ditunda lebih dulu. Tak main-main, demi menciptakan immunity herd, Rizal tidak segan untuk menegur dan memberikan sanksi kepada OPD yang tidak bersedia divaksin.

Sebagai informasi, bagi para penyintas yang telah terkonfirmasi positif covid-19 lebih dari 3 bulan terakhir, diizinkan melakukan vaksinasi. Hanya saja harus dilakukan pemeriksaan antibodi terlebih dahulu, jika kondisi imunnya rendah, maka harus divaksin. Jika kondisi imunnya bagus, penyintas tidak perlu lagi divaksin.

Editor : Oktavianus

Baca Juga