Daerah

Dinkes Samarinda Jelaskan Munculnya Klaster RS SMC

Penulis: Redaksi Presisi

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Samarinda, Ismed Kosasih.

Samarinda, Presisi.co - Humas Rumah Sakit Samarinda Medika Citra (SMC), Aldo angkat bicara terkait munculnya nama RS SMC, sebagai salah satu klaster penyebaran Covid-19, yang dirilis oleh Dinas Kesehatan Samarinda, Rabu (12/8/2020).

Dari balik telepon selulernya, Aldo mengaku belum dapat memastikan 12 kasus yang terdata dalam klaster tersebut, apakah tenaga kesehatan atau tidak.

"Kami masih menunggu. Dari tim manajemen belum bisa memberikan rilis resmi terkait pemberitaan tersebut," ujarnya. 

Lanjut dikatakan Aldo, RS SMC yang beralamat di Jalan Kadrie Oening ini memilki tim khusus terkait hal tersebut, layaknya tim bentukan pemerintah. Kendati demikian, lagi dikatakan Aldo jika dirinya belum dapat memastikan lebih lanjut terkait munculnya klaster RS SMC dalam rilis media harian Covid-19 Samarinda ini. 

"Karena kami juga baru mendapatkan informasi terkait, dua jam setelah dipublikasikan. Jadi masih perlu berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait," sambung Aldo. 

Dikesempatan berbeda, Pelaksana tugas (Plt) Kadinkes Samarinda Ismed Kosasih saat dikonfirmasi membenarkan kemunculan klaster RS SMC ini. 

"Ada 12 kasus, yang jelas itu ada Nakes (tenaga kesehatan) dan keluarganya," ungkap Ismed, dari balik telepon selulernya. 

"Disebut klaster RS SMC karena ada beberapa karyawan atau nakes yang kena (positif) kan," tambahnya.

Ismed melanjutkan, sejak Samarinda ditetapkan sebagai daerah transmisi lokal, setiap orang berisiko terpapar oleh pandemi global ini. Apalagi, bagi para Nakes. Selain bertugas sebagai garda terdepan penanganan Covid-19, Nakes juga tak lepas dari kehidupannya sebagai makhluk sosial. 

"Itu yang harus diingat. Kemungkinan besarnya dia (Nakes) bisa dapat di rumah sakit. Tapi jika ditanya, dapat (terpapar) dari mana kita juga gak tau, virusnya aja gak terlihat," lugas Ismed.

Kemunculan klaster RS SMC ini sendiri disebut Ismed sama halnya seperti kasus yang terjadi di RSUD Abdul Wahab Sjahranie yang hingga saat ini menyisahkan 9 kasus lagi. 

"Ada enggak direktur (AWS) menyebut ini ketemunya dari pasien, enggak ada kan? Dia (direktur) pasti cuma bilang ini klaster rumah sakit," demikian, kata Ismed.

Untuk itu, Ismed mengimbau agar seluruh warga Samarinda komitmen dan disiplin menjalankan protokol kesehatan, terutama di fase adaptasi kebiasaan baru ini. 

"Intinya, kita sudah transmisi lokal. Semua, dalam keadaan apapun harus taat dan patuh terhadap protokol kesehatan," pungkasnya. 

Disamping itu, angka kasus positif Covid-19 di Samarinda juga dikabarkan kembali bertambah 6 kasus. Dalam perawatan 72 kasus, sembuh bertambah 9 orang menjadi 319 kasus dan 2 pasien lagi dinyatakan meninggal dunia.

klaster-rs-smcsamarinda-medika-citracovid-19samarindaismed-kosasih

Baca Juga