search

Daerah

samarindaPDP Covid-19Dinas KesehatanAndi M IshakIsmed Kosasih

Prediksi Puncak Covid-19 di Samarinda Menguat, 3 Positif dan 15 PDP Tambahan Bukti Konkret

Penulis: Putri
Rabu, 29 April 2020 | 2.209 views
Prediksi Puncak Covid-19 di Samarinda Menguat, 3 Positif dan 15 PDP Tambahan Bukti Konkret
Plt Dinkes Samarinda Andi M Ishak

Samarinda, Presisi.co - Masa puncak penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Kaltim khususnya Kota Samarinda diperkirakan terjadi mulai pertengahan April lalu hingga Mei mendatang. 

Prediksi peningkatan kasus pandemi yang kerap berseliweran ini, acap kali mewarnai pemberitaan di media maupun percakapan hangat warganet dan publik pada umumnya. 

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kaltim Andi M Ishak melaporkan, per Rabu, 29 April ini ada 3 orang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Tepian, diikuti 15 tambahan kasus pasien dalam pengawasan (PDP).

"2 Kasus dari Klaster Ijtima Gowa dengan hasil rapid reaktif dirawat di RSUD AWS Samarinda. Dan 1 orang dirawat di RS Karantina Bapelkes setelah sebelumnya dirawat di RSUD Abadi Samboja," terang Andi, saat menyampaikan laporan rutin penanganan Covid-19 kepada awak media melalui konferensi pers yang digelar secara virtual, Rabu (29/4/2020).

Khusus kasus PDP, 3 kasus masing-masing adalah laki-laki 16 tahun, 20 tahun, dan 28 tahun merupakan pelaku perjalan dari Magetan yang ditetapkan sebagai kasus PDP oleh Klinisi Dinkes Kota Samarinda.

"1 kasus laki-laki (20) melakukan isolasi diri di rumah dan 2 kasus lainnya dirawat di RS Karantina Bapelkes," terang Andi, sapaannya saat telekonferensi bersama awak media, Rabu (29/4/2020).

4 kasus yang juga merupakan laki-laki 33 tahun, 52 tahun, 58 tahun, dan 52 tahun merupakan pelaku perjalan dari Gowa dan melaksanakan isolasi diri di rumah.

"1 kasus laki-laki (52) merupakan pelaku perjalanan dari Martapura. Memiliki keluhan sesak nafas, dan dirawat di RSUD AW Syahranie," tuturnya.

1 kasus (13) merupakan pelaku perjalan dari Martapura dengan keluhan sesak nafas, dengan hasil rapid test reaktif dan memiliki comorbid Cronic Neurology, imunodificiency, dan penyakit ginjal. Kasus dirawat sejak 26 April 2020, kondisi kasus memburuk dan dilaporkan meninggal pada 28 April 2020 pukul 03.00 Wita dinihari.

"5 orang laki-laki 44 tahun, 45 tahun, 29 tahun, 27 tahun, dan 46 tahun merupakan pelaku perjalan dari Balikpapan," lanjutnya.

Lebih lanjut, 1 orang (17) merupakan pelaku perjalanan dari Amerika dan Jepang. Orang tersebut melaksanakan isolasi diri di rumah.

Plt Kepala Dinkes Kota Samarinda Ismed Kosasih menegaskan Samarinda saat ini menuju puncak. Penambahan PDP dengan Rapid Test juga menguatkan prediksi dari Dinkes Samarinda selama ini.

"Yang penting PDP ringan bisa dirawat di Karantina Bapelkes Kaltim," pungkasnya.

Editor : Oktavianus