Hukum & Kriminal

Trauma Kejadian di Gunung Manggah, Masyarakat Datangi DPRD Samarinda

Penulis: Oktavianus

Siswadi - Ketua DPRD Kota Samarinda

Presisi – Peristiwa maut yang kembali terjadi di kawasan Gunung Manggah, Jalan Otto Iskandardinata, Kelurahan Sidodamai, Kecamatan Samarinda ilir pada Kamis (30/1) lalu memantik rasa traumatik masyarakat.

Saat itu, truk maut berwarna kuning bernopol KT 1376 LN melindas 3 buah sepeda motor yang ditumpangi oleh 4 pengendara. Alhasil, ketiga orang tewas ditempat, sementara satu korban lain meninggal saat dibawa ke rumah sakit terdekat.

Dari kejadian itu, sekelompok masyarakat beserta keluarga korban datang ke DPRD Kota Samarinda untuk menyampaikan langsung aspirasi mereka pada pihak-pihak terkait, agar peristiwa yang sama tidak lagi terjadi di kawasan rawan kecelakaan itu.

Dikatakan Hari Prabowo, Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda, pasca kejadian pihaknya kemudian akan menempatkan beberapa petugas untuk mengawasi masuknya truk diatas roda 6 agar tidak lagi melintas di kawasan Gunung Manggah.

"Besok mulai diturunkan (petugas) pengawas sebagai tindakan jangka pendek," ungkap Hari saat ditemui di DPRD Kota Samarinda, Selasa (4/2).

Tak hanya sekadar menempatkan beberapa petugas Dishub, Hari turut berharap langkah antisipatif ini di dukung pula oleh pihak kepolisian.

“Akan ada pengawasan secara konsisten di kawasan tersebut. Kami harap, ini juga di back up oleh Satlantas setempat,” harapnya, mengingat langkah ini disebutnya sesuai dengan aturan yang termuat dalam Peraturan Walikota (Perwali) Samarinda Nomor 40 Tahun 2011, yang salah satunya mengatur tentang waktu operasional truk besar di malam hari.

Disisi lain, terbitnya Perwali Nomor 40 Tahun 2011 itu dinilai Ketua DPRD Samarinda Siswadi masih abu-abu. Selain memastikan pelaksanaan perwali ini berjalan efektif, Siswadi turut menegaskan pentingnya sikap Dishub Kota Samarinda menyikapi kasus yang terjadi di Gunung Manggah.

“Jangka pendeknya pasang aparat disitu agar tidak lagi ada (truk diatas 6 roda) yang melewati jalur itu, walau Perwalinya masih abu-abu.” Tegas Politisi PDI Perjuangan ini.

Selaian menertibkan truk diatas 6 roda melintas di kawasan tersebut, masyarakat juga meminta Dishub Samarinda menertibkan uji KIR kendaraaan.

Disamping itu, masyarakat juga meminta agar pemerintah menambah ruas jalan serta pemangkasan Gunung Manggah agar tidak lagi menjadi momok masyarakat dan pengendara yang melintas.

samarindagunung-manggah

Baca Juga