Penulis: Muhammad Riduan
SAMARINDA, Presisi.co — Kabar gembira bagi warga Kota Tepian yang berencana pulang kampung pada momen Idulfitri 1447 Hijriah. Polresta Samarinda resmi menyediakan layanan penitipan kendaraan gratis bagi masyarakat guna menjamin keamanan harta benda selama ditinggal mudik.
Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, menegaskan bahwa fasilitas ini tersedia di Markas Polresta Samarinda maupun di seluruh kantor Polsek jajaran. Layanan ini merupakan langkah preventif kepolisian dalam menekan angka kriminalitas, khususnya pencurian kendaraan bermotor (curanmor).
“Polresta Samarinda dan seluruh polsek jajaran menyiapkan tempat penitipan kendaraan gratis bagi masyarakat yang akan melaksanakan mudik Lebaran. Tanpa dipungut biaya satu peser pun,” tegas Kombes Pol Hendri Umar, Rabu, 11 Maret 2026.
Pihak kepolisian menjamin kendaraan yang dititipkan akan mendapatkan pengawasan ketat dan terlindungi dari paparan cuaca ekstrem. Bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan fasilitas ini, cukup melengkapi persyaratan administrasi sebagai berikut:
“Kita yakinkan kendaraan mereka aman, terlindungi, dan tidak terkena panas. Ini langkah nyata agar masyarakat bisa mudik dengan tenang tanpa rasa khawatir,” jelasnya.
Operasi Ketupat Mahakam 2026
Selain layanan penitipan, Polresta Samarinda juga mematangkan persiapan pengamanan wilayah melalui Operasi Ketupat Mahakam 2026. Operasi ini dijadwalkan berlangsung selama 13 hari, mulai dari 13 hingga 25 Maret 2026.
Sebanyak 1.202 personel gabungan akan diterjunkan, yang terdiri dari 867 Personel Polresta Samarinda dan 100 Personel Brimob Polda Kaltim.
Dukungan dari TNI, Dinas Perhubungan, Damkar, BPBD, Pertamina, hingga mitra kamtibmas lainnya.
“Apel gelar pasukan akan dilaksanakan pada 12 Maret 2026. Kami juga menyiapkan 10 pos pengamanan dan pelayanan di titik-titik strategis Kota Samarinda untuk melayani pemudik,” tambah Hendri.
Setelah Operasi Ketupat berakhir pada 25 Maret mendatang, kepolisian tidak lantas mengendorkan pengamanan. Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) akan langsung menyambung untuk menjaga kondusivitas kota.
“Fokus KRYD adalah pengawasan di kawasan rawan serta pemantauan rumah-rumah yang ditinggal pemiliknya selama mudik. Kami ingin memastikan tidak ada celah bagi pelaku kejahatan,” pungkasnya. (*)
Editor: Redaksi




