Penulis: Muhammad Riduan
SAMARINDA, Presisi.co - Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda menjadwalkan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi proyek terowongan Samarinda dalam waktu dekat. Langkah ini diambil untuk memastikan progres fisik serta kesiapan teknis sebelum infrastruktur tersebut dibuka untuk publik.
Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengungkapkan bahwa fokus utama sidak adalah meninjau area inlet dan outlet yang sebelumnya dilaporkan telah rampung 100 persen. Selain itu, pihaknya ingin mengetahui sejauh mana tahapan pengujian yang tengah dilakukan oleh Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ).
“Kami akan memastikan pekerjaan inlet dan outlet. Saat ini juga sedang dalam tahap pengujian oleh KKJTJ, kami akan tanyakan ke Dinas PUPR sudah sampai di mana proses evaluasi teknisnya,” ujar Deni Hakim Anwar, Sabtu, 28 Februari 2026.
Meski secara umum struktur utama di dalam terowongan telah selesai, Deni mencatat masih ada beberapa detail fasilitas yang belum terpenuhi pada tinjauan sebelumnya. Salah satu yang menjadi sorotan adalah sistem penerangan jalan.
“Catatan kami sebelumnya adalah lampu yang belum lengkap. Seharusnya ada delapan titik, tetapi waktu itu baru terpasang dua atau tiga. Ini yang akan kami pastikan kembali di lapangan,” jelas legislator dari Partai Gerindra tersebut.
Selain fasilitas interior, Komisi III juga akan mengecek kondisi jalan penghubung di kedua sisi terowongan, termasuk penataan drainase untuk mencegah potensi genangan air. Pihaknya juga ingin memastikan penguatan struktur di bagian atas inlet yang sempat mengalami abrasi telah ditangani dengan permanen.
Terkait jadwal operasional, Deni menjelaskan bahwa proses uji kelaikan diperkirakan berlangsung sepanjang Maret melalui beberapa tahapan sidang teknis. Jika seluruh rangkaian uji keselamatan dapat diselesaikan pada April, ia berharap proses commissioning atau penetapan kelaikan operasional dapat dilakukan pada pertengahan tahun.
“Harapan kami, jika April selesai, maka Mei atau Juni mendatang terowongan sudah bisa operasional. Namun, yang paling krusial adalah hasil uji keselamatan. Tanpa itu, terowongan tidak boleh dilewati. Itu prioritas utama kami,” tegas Deni.
Proyek terowongan ini diharapkan menjadi solusi efektif untuk mengurai kemacetan di kawasan Gunung Manggah dan sekitarnya, sekaligus menjadi ikon baru infrastruktur transportasi di Kota Tepian. (*)
Editor: Redaksi




