Dishub Kaltim Siapkan 16 Titik Tambat di Alur Sungai Mahakam
Penulis: Akmal Fadhil
1 jam yang lalu | 0 views
Potret padatnya aktivitas pengolongan kapal di Sungai Mahakam. (Arsip Presisi.co)
Samarinda, Presisi.co - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemperiv Kaltim), menyiapkan infrastruktur tambat kapal berkapasitas besar di Alur Sungai Mahakam.
Melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim, pembangunan tahap awal dirancang tidak hanya untuk menambah fasilitas sandar, tetapi juga memaksimalkan daya tampung kapal dengan desain yang efisien.
Kepala Bidang Pelayaran Dishub Kaltim, Ahmad Maslihuddin, mengungkapkan bahwa pada tahap awal pembangunan akan difokuskan di dua lokasi strategis, yakni kawasan Sungai Kunjang dan Sungai Lais.
Di Sungai Kunjang, Dishub Kaltim merencanakan pembangunan enam tiang tambat atau dolphin. Sementara di Sungai Lais, jumlah tiang tambat yang disiapkan lebih banyak, yakni 10 unit.
Dengan demikian, total awal yang ditargetkan mencapai 16 titik tambat.
Menurut Maslihuddin, setiap tiang tambat dirancang memiliki kapasitas tinggi. Satu dolphin bahkan dapat digunakan untuk sandar lebih dari satu kapal secara bersamaan.
“Dalam perencanaan kami, satu dolphin itu bisa sampai tiga lapis sandar. Artinya, satu titik tambat bisa melayani beberapa kapal sekaligus,” ujarnya Jumat 16 Januari 2026.
Dengan konsep tersebut, keberadaan 16 titik tambat dinilai mampu mengakomodasi aktivitas pelayaran yang padat di Sungai Mahakam, terutama kapal-kapal yang membutuhkan area sandar sementara.
Dishub Kaltim juga masih melakukan kajian, terhadap desain konstruksi agar pembangunan bisa dilakukan dengan biaya yang lebih efisien tanpa mengurangi aspek keselamatan dan fungsi.
Jika upaya penyederhanaan desain berhasil diterapkan, jumlah titik tambat berpotensi ditambah dari target awal.
Dishub Kaltim memperkirakan totalnya bisa meningkat hingga sekitar 20 titik tambat.
“Kami masih hitung betul. Kalau konstruksinya bisa kita sederhanakan dan anggarannya efisien, bukan tidak mungkin jumlah tambatnya bertambah,” jelas Maslihuddin.
Ia menargetkan pembangunan infrastruktur tambat kapal tersebut dapat rampung pada akhir 2026.
Dengan selesainya proyek ini, Pemprov Kaltim berharap fasilitas tambat kapal di Sungai Mahakam dapat mendukung kelancaran pelayaran sekaligus membuka peluang, terutama dalam peningkatan pendapatan daerah dari sektor jasa kepelabuhanan. (*)