search

Berita

Dispar KaltimFestival BudayaDesa Budaya PampangRirin Sari DewiPemprov Kaltim

Dispar Kaltim Fokus Peningkatan SDM hingga Festival Budaya Internasional untuk Dongkrak Kunjungan Wisata

Penulis: Akmal Fadhil
1 jam yang lalu | 0 views
Dispar Kaltim Fokus Peningkatan SDM hingga Festival Budaya Internasional untuk Dongkrak Kunjungan Wisata
Potret penampilan kesenian Dayak di Desa Budaya Pampang. (Dok.Presisi.co)

Samarinda, Presisi.co - Sektor pariwisata Kalimantan Timur (Kaltim), mencatat tren pertumbuhan positif sepanjang beberapa tahun terakhir. 

Sejumlah program strategis yang dijalankan Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur dinilai berkontribusi terhadap meningkatnya daya saing destinasi sekaligus memberi dampak ekonomi bagi masyarakat.

Salah satu fokus utama pembangunan pariwisata daerah diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. 

Dinas Pariwisata Kaltim secara berkelanjutan menggelar pelatihan, bimbingan teknis, serta sertifikasi profesi bagi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan standar layanan yang profesional dan sesuai dengan kebutuhan industri pariwisata yang terus berkembang.

Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Ririn Sari Dewi, menegaskan bahwa kualitas sumber daya manusia menjadi kunci utama keberhasilan pembangunan pariwisata jangka panjang.

“Destinasi yang baik harus didukung oleh pelaku pariwisata yang kompeten. Penguatan kapasitas SDM menjadi fondasi agar pariwisata Kalimantan Timur dapat tumbuh secara berkelanjutan,” kata Ririn Kamis 15 Januari 2026.

Selain penguatan SDM, pengembangan desa wisata juga menjadi program prioritas.

 Melalui pendampingan tata kelola destinasi, penguatan kelembagaan kelompok sadar wisata (Pokdarwis), hingga pemberdayaan masyarakat lokal, desa wisata diarahkan agar mampu berkembang secara mandiri dan memberikan manfaat ekonomi langsung bagi warga setempat.

Di sisi ekonomi kreatif, Dinas Pariwisata Kaltim memaksimalkan peran Temindung Creative Hub sebagai pusat kolaborasi dan inkubasi pelaku kreatif dari berbagai subsektor.

Fasilitasi peningkatan kapasitas, penguatan jejaring, hingga promosi produk lokal terus dilakukan untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif daerah.

Upaya promosi pariwisata juga diperkuat melalui penyelenggaraan event unggulan berskala nasional dan internasional. 

Salah satunya East Borneo International Folklore Festival (EBIFF) yang menjadi ajang promosi budaya Kalimantan Timur kepada publik global.

Festival ini tidak hanya menampilkan kekayaan seni dan tradisi daerah, tetapi juga memperkuat citra Kalimantan Timur sebagai destinasi pariwisata budaya yang terbuka dan inklusif.

“Melalui event-event promosi dan kolaborasi lintas sektor, kami ingin pariwisata Kaltim berkembang tidak hanya dari sisi jumlah kunjungan, tetapi juga kualitas pengalaman wisata serta dampak ekonominya bagi masyarakat,” ujar Ririn.

Ke depan, Dinas Pariwisata Kaltim terus mendorong sinergi dengan pemerintah kabupaten/kota, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat. 

“Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat peran sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkasnya. (*)

Editor: Redaksi