Penulis: Akmal Fadhil
SAMARINDA, Presisi.co — Jembatan Mahulu yang membentang di atas Sungai Mahakam, Samarinda, dipastikan tetap aman dan layak beroperasi. Kepastian ini didapat setelah Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR-Pera) Provinsi Kalimantan Timur melakukan uji dinamik kedua pada Rabu, 4 Februari 2026.
Pengujian intensif ini dilakukan sebagai langkah responsif pemerintah setelah jembatan tersebut mengalami rentetan insiden tabrakan tongkang dalam beberapa bulan terakhir. Dalam prosesnya, PUPR-Pera Kaltim menggandeng tim ahli struktur dari Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk menjamin akurasi data teknis.
Kepala Dinas PUPR-Pera Kaltim, Aji Muhammad Fitra Firnanda, menegaskan bahwa hasil pemeriksaan menyeluruh menunjukkan tidak ada perubahan deformasi yang signifikan pada tulang punggung jembatan.
“Secara umum kondisi struktur masih sangat baik dan tetap layak dilewati, termasuk untuk kendaraan berat hingga roda delapan. Dari hasil pengujian dinamik, tidak ditemukan perubahan signifikan pada struktur utama,” ujar Fitra, Kamis, 5 Maret 2026.
Fitra menjelaskan bahwa dari tiga insiden tabrakan yang terjadi, proses perbaikan fisik kini tengah berjalan. Sesuai regulasi, seluruh biaya pemulihan struktur dan pengadaan fender (pelindung jembatan) sepenuhnya dibebankan kepada perusahaan pemilik tongkang yang terlibat.
“Jaminan perbaikan sudah kami pegang. Kami hanya akan menerima hasil pekerjaan jika sudah selesai 100 persen dengan kualitas yang baik,” tegasnya.
Berdasarkan data Dinas PUPR-Pera Kaltim, tercatat ada tiga kejadian menonjol yang memicu perlunya uji kelaikan ini:
- 23 Desember 2025: Tiga unit fender jembatan hilang terbawa arus usai ditabrak. Estimasi biaya penggantian mencapai Rp31 miliar. Saat ini dalam tahap penunjukan kontraktor pelaksana oleh pihak penabrak.
- 4 Januari 2026: Salah satu pilar jembatan mengalami kerusakan ringan. Perbaikan oleh pihak perusahaan dilaporkan hampir rampung dengan taksiran biaya Rp100 juta.
- 25 Januari 2026: Tongkang kembali menyenggol fender serta pilar P9 dan P10. Meski pemeriksaan visual menyatakan struktur utama aman, pihak terkait tengah mempersiapkan perbaikan pada sistem pengaman jembatan.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berkomitmen untuk terus memantau kelaikan jembatan secara berkala guna menjamin keselamatan pengguna jalan, mengingat Jembatan Mahulu merupakan jalur vital logistik bagi kendaraan besar yang masuk dan keluar dari Kota Samarinda. (*)
Editor: Redaksi




