search

Daerah

Kasus HIV SamarindaFenomena Gunung EsSamarindaDinkes Samarinda

Kasus HIV di Samarinda Naik, Kepala Dinkes Ungkap Seperti Fenomena Gunung Es

Penulis: Muhammad Riduan
Kamis, 11 September 2025 | 709 views
Kasus HIV di Samarinda Naik, Kepala Dinkes Ungkap Seperti Fenomena Gunung Es
Kepala Dinas Kesehatan Samarinda, Ismed Kusasih.(Presisi.co/Muhammad Riduan)

Samarinda, Presisi.co – Dinas Kesehatan (Diskes) Samarinda mencatat peningkatan jumlah kasus HIV pada tahun 2025. Namun, kenaikan ini bukan berarti penyebaran HIV semakin meluas, melainkan hasil dari semakin gencarnya program screening yang dilakukan pemerintah.

Kepala Dinas Kesehatan Samarinda, Ismed Kusasih menjelaskan bahwa HIV merupakan salah satu dari 12 Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan yang wajib dijalankan di seluruh Indonesia. Oleh sebab itu, deteksi dini melalui screening terus diperkuat.

“Kalau kasusnya meningkat itu karena kita kuat melakukan screening. HIV ini seperti fenomena gunung es, semakin banyak kita melakukan screening, kemungkinan menemukan kasus juga semakin besar,” kata Ismed, pada Kamis 11 September 2025.

Pada 2024 lalu, Diskes Samarinda melakukan pemeriksaan terhadap sekitar 50 ribu orang, dan sekitar 500 di antaranya dinyatakan positif HIV. Sementara hingga pertengahan 2025 ini, dari hampir 40 ribu orang yang diskrining, ditemukan sekitar 200 kasus positif.

Menurut Ismed, penemuan dini justru memberikan keuntungan besar. Pasien bisa segera mendapatkan pengobatan sehingga angka kematian dapat ditekan.

“Prinsipnya, semakin cepat menemukan penderita, semakin cepat kita obati. Sama halnya dengan TBC, yang kita hindari adalah kematian,” tegasnya.

Ismed menambahkan, seluruh pasien HIV di Samarinda sudah rutin mendapatkan pengobatan. Saat ini, 26 puskesmas, rumah sakit pemerintah, rumah sakit swasta, hingga sejumlah klinik sudah melayani terapi bagi penderita HIV. Diskes juga menjamin kerahasiaan pasien.

Meski begitu, ia menekankan penanganan HIV tidak bisa hanya dibebankan pada sektor kesehatan. Faktor sosial, perilaku, dan ekonomi juga sangat berpengaruh. Karena itu, dibutuhkan kolaborasi lintas sektor, seperti halnya saat menangani pandemi COVID-19.

“Penanganan HIV itu tidak bisa hanya oleh tenaga kesehatan. Harus kolaboratif, karena HIV berkaitan erat dengan masalah perilaku dan sosial,” pungkasnya. (*)

Editor: Redaksi

Live Draw Taiwan Live Draw Cambodia Live Draw China Live Draw Japan Live Draw Taiwan Hari Ini Hasil Live Draw Japan Terbaru Live Draw China Update Tercepat Data Live Draw Cambodia Lengkap Live Draw Togel Kamboja pantau live draw Japan hari ini cek live draw China terbaru cek hasil live draw Cambodia terbaru pantau live draw Taiwan hari ini togel taiwan live draw togel kamboja togel japan togel taiwan Live Draw Togel China kudbanjarnegara kudbatang kudblora kudboyolali kudcilacap kuddemak kudjepara kudkabbanjarnegara kudkabbanyumas kudkabbatang kudkabboyolali kudkabdemak kudkabgrobogan kudkabjepara kudkabkaranganyar kudkabkebumen kudkabkendal kudkabklaten kudkabmagelang kudkabpati kudkabpekalongan kudkabpemalang kudkabpurbalingga kudkabpurworejo kudkabrembang kudkabsemarang kudkabsragen kudkabtegal kudkabtemanggung kudkabwonogiri kudkabwonosobo kudkaranganyar kudkebumen kudkendal kudklaten kudkotamagelang kudkotapekalongan kudkotasalatiga kudkotasurakarta kudkotategal kudmungkid kudpati kudpemalang kudpurbalingga kudpurwodadi kudpurwokerto kudpurworejo kudrembang kudslawi kudsragen kudsukoharjo kudsumbermakmur kudtemanggung kudungaran kudwonogiri