search

Daerah

BBM BermasalahBengkel TerdekatBengkel SamarindaBBM Isi Air

Dugaan BBM Oplosan Rugikan Pengendara, Begini Kata Teknisi Bengkel di Samarinda

Penulis: Akmal Fadhil
18 jam yang lalu | 144 views
Dugaan BBM Oplosan Rugikan Pengendara, Begini Kata Teknisi Bengkel di Samarinda
Potret salah satu bengkel motor di Jalan Cendana, Kota Samarinda. (Presisi.co/Akmal)

Samarinda, Presisi.co – Dugaan pencampuran bahan bakar minyak (BBM) mencuat setelah sejumlah pengendara mengalami kerusakan kendaraan yang mengakibatkan biaya perbaikan mencapai Rp800 ribu hingga Rp1 juta.

Salah satu teknisi bengkel di Jalan Cendana, Haidir (35), mengaku telah menerima sekitar 20 kendaraan dengan keluhan mesin sering mogok setelah mengisi BBM jenis Pertamax.

"Selepas Lebaran ini, sudah hampir 20 motor yang mengalami masalah serupa. Kami kaget karena keluhannya hampir sama: motor brebet dan sering mati," ujar Haidir saat ditemui pada Kamis, 3 April 2025.

Menurutnya, indikasi awal kerusakan disebabkan oleh penyumbatan pada reseptor bahan bakar yang berfungsi sebagai sensor penyalur untuk menghasilkan daya gerak kendaraan.

"Jika bagian ini kotor, suplai bahan bakar terganggu, sehingga motor bisa sering mogok atau bahkan mati total," jelasnya.

Meski tidak dapat memastikan apakah BBM yang digunakan telah dioplos, Haidir menemukan adanya kotoran dalam beberapa filter bahan bakar kendaraan yang ia periksa.

"Sejauh ini, solusi yang dilakukan adalah mengganti busi, injection pump, fuel pump, serta beberapa komponen lain yang berkaitan dengan suplai bahan bakar. Menariknya, beberapa pelanggan melaporkan bahwa setelah mengganti jenis BBM, motor kembali normal," tambahnya.

Akibat masalah ini, rata-rata pemilik kendaraan harus mengeluarkan biaya perbaikan antara Rp800 ribu hingga Rp1 juta.

Menanggapi keluhan masyarakat, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi, meminta Pertamina segera melakukan investigasi terhadap dugaan pencampuran BBM di sejumlah SPBU.

"Ini adalah kerugian besar bagi masyarakat. Kami mendesak Pertamina untuk melakukan sidak di SPBU yang dicurigai, dengan pendampingan aparat penegak hukum," tegasnya.

Selain itu, Reza juga meminta dilakukan uji laboratorium terhadap sampel BBM serta pengawasan ketat terhadap distribusi bahan bakar.

"Jika terbukti ada pelanggaran atau kelalaian, maka harus ada sanksi tegas bagi pihak yang terlibat," pungkasnya. (*)

Editor: Redaksi