search

Daerah

Kota SamarindaMusrenbangAbdul RohimDPRD Samarinda

Dewan Nilai Angka Pengangguran di Kota Samarinda Masih Tinggi, Sebut Ekonomi Tidak Merata

Penulis: Sonia
Rabu, 27 Maret 2024 | 630 views
Dewan Nilai Angka Pengangguran di Kota Samarinda Masih Tinggi, Sebut Ekonomi Tidak Merata
Anggota Komisi II DPRD kota Samarinda, Abdul Rohim

Samarinda, Presisi.co - Anggota Komisi II DPRD kota Samarinda, Abdul Rohim, memberi beberapa catatan khususnya sektor ekonomi dan pengangguran pada penyusunan RKPD yang berlangsung di Hotel Mercure Samarinda pada Selasa 26 Maret 2024. Beberapa catatan berupa sektor ekonomi serta tingkat pengangguran di Kota Samarinda.

"Ada beberapa catatan,khusus sektor ekonomi dan tingkat pengangguran kan kita masih tinggi di tingkat provinsi dan nasional," katanya. 

Dalam kajian nasional, pertumbuhan ekonomi tinggi. Tetapi sumber pertumbuhan berasal dari sebagian kecil pengusaha-pengusaha kelas kakap serta industri-industri besar yang menjadi penyumbang pertumbuhan ekonomi tinggi. Namun, tingginya angka pertumbuhan yang tinggi tidak dibarengi dengan persebaran ekonomi yang merata.

"Sebenarnya sumber pertumbuhan ekonomi yang dinilainya sama Pemkot ya hanya dari pengusaha kelas kakap, artinya kan tidak merata hanya ada satu satu," katanya.

Abdul juga mempertanyakan sejauh mana kinerja yang telah dilakukan pemerintah terhadap pengurangan pengangguran serta peningkatan ekonomi yang dapat memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.

"Soal angka pengangguran ini kan sedang dilakukan pemerintah yang jor-joran banyak proyek-proyek pembangunan besar kan yang kalau kita coba hubungkan itu dengan penurunan angka pengangguran rasa-rasanya kurang relevan," tuturnya.

Dia menilai ada beberapa proyek yang bukan bagian dari indikator pembangunan.

Abdul menghubungkan dengan musrenbang di tingkat kecamatan yang mana salah satu kelurahan di Samarinda Utara, hanya diperbolehkan mengusulkan satu usulan yang dirasa kurang mewakili seluruh permasalahan di kelurahan itu.

"Kemarin saya agak terkejut waktu di salah satu kecamatan Samarinda Utara itu satu kecamatan hanya di diperbolehkan mengusulkan satu item, apa sebabnya," ujar Abdul

Dia beranggapan bahwa anggaran ini tersedot dengan proyek besar. Menurutnya musrenbang ini sarana untuk memotret usulan masyarakat untuk melihat berbagai kebutuhan-kebutuhan masyarakat. Kebutuhan itulah yang diakomodir. Tetapi dia melihat beberapa kebutuhan masyarakat di musrenbang tidak menyedot aspirasi masyarakat sepenuhnya.

"Saya ikuti dari awal aspirasi itu kenapa, Karena ketersediaan dana yang tidak cukup baik salah satunya karena terlalu banyak tersedot ke proyek-proyek besar yang besar itu yang mungkin perlu dijadikan catatan," tegasnya.

Dia berharap jangan sampai pemerintah itu fokusnya cuman orientasi pada proyek pada program atau kegiatan tapi tidak berorientasi pada hasil yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dalam catatannya, Abdul menyayangkan bahwa pembangunan gedung olahraga yang dilakukan sebelumnya tidak memberi manfaat bagi semua pihak bahkan hanya pihak tertentu saja, jadi proyek besar-besar tapi tidak memberikan dampak yang signifikan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat

"Kita tidak mau nih seperti kemarin banyak bikin gedung-gedung waktu PON, itu kan gedung olahraga segala macam apa yang terjadi sekarang menghabiskan uang dalam jumlah besar tapi tidak ada dampak benefit," katanya.