search

Advetorial

DPRD KaltimHarun Al Rasyid

Harun Kritik Kebijakan Impor Beras Pemerintah Meski Ada Surplus Produksi

Penulis: Redaksi Presisi
Minggu, 09 April 2023 | 621 views
Harun Kritik Kebijakan Impor Beras Pemerintah Meski Ada Surplus Produksi
Wakil Ketua BK DPRD Kaltim Harun Al Rasyid. (Istimewa)

Samarinda, Presisi.co – Anggota DPRD Kalimantan Timur, Harun Al Rasyid, mengkritik kebijakan pemerintah terkait impor beras. Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah menugaskan Perum Bulog untuk melakukan pengadaan cadangan beras pemerintah (CBP) dari luar negeri sebanyak dua juta ton hingga akhir Desember 2023. Pada rapat Ketersediaan Bahan Pokok dan Persiapan Arus Mudik dan Idulfitri 2023 yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, disepakati pengadaan awal sebanyak 500 ribu ton jika memungkinkan.

Harun Al Rasyid menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi pertanian dan kelautan yang kaya. Menyusul panen raya baru-baru ini, ia mempertanyakan mengapa harga beras dan gabah masih belum membaik. Menurutnya, dengan kekayaan sumber daya alam tersebut, Indonesia seharusnya bisa menjadi negara agraris dan maritim yang mampu menciptakan swasembada pangan.

"Prioritas pembangunan seharusnya mengarah ke arah ini, yang akan menciptakan kemandirian pangan," ungkapnya pada hari Minggu (9/4/2023).

Harun juga merujuk pada estimasi Badan Pusat Statistik (BPS) yang memperkirakan surplus produksi beras pada periode Januari-April 2023, yakni sekitar 320 ribu ton pada Februari, 2,84 juta ton pada Maret, dan 1,26 juta ton pada April. Dia mempertanyakan alasan di balik kebijakan impor saat ada surplus produksi yang signifikan.

"Bulog dan pemerintah seharusnya memberikan dukungan kepada petani Indonesia, bukan petani dari luar negeri," tandasnya.

Menurut data resmi Bulog yang disampaikan oleh Harun, realisasi pengadaan beras oleh Bulog hanya mencapai 48.513 ton dari total perkiraan panen nasional 2023. Padahal, saat ini sedang berlangsung musim panen raya. Harun juga menyoroti fakta bahwa pada Januari 2023 terjadi defisit sekitar 1,2 juta ton beras, sementara konsumsi beras nasional secara bulanan diproyeksikan mencapai 2,54 juta ton. Artinya, Januari hingga April 2023 diperkirakan akan menghasilkan surplus sebesar 3,22 juta ton beras.

Harun menyampaikan keprihatinannya atas kebijakan impor beras yang rutin dilakukan oleh pemerintah setiap tahun. Menurutnya, dampak dari impor ini adalah petani dalam negeri menjadi rentan dan terlindungi. Harga panen petani lokal terus menurun, dan posisi petani menjadi semakin lemah.

"Petani menjadi frustrasi dan cenderung berhenti berproduksi," tegasnya. (*)

Penulis: Redaksi

Angka Keramat Live Draw Taiwan Live Draw Cambodia Live Draw China Live Draw Japan Live Draw Taiwan Hari Ini Hasil Live Draw Japan Terbaru Live Draw China Update Tercepat Data Live Draw Cambodia Lengkap Live Draw Togel Kamboja pantau live draw Japan hari ini cek live draw China terbaru cek hasil live draw Cambodia terbaru pantau live draw Taiwan hari ini togel taiwan live draw togel kamboja togel japan togel taiwan Live Draw Togel China kudbanjarnegara kudbatang kudblora kudboyolali kudcilacap kuddemak kudjepara kudkabbanjarnegara kudkabbanyumas kudkabbatang kudkabboyolali kudkabdemak kudkabgrobogan kudkabjepara kudkabkaranganyar kudkabkebumen kudkabkendal kudkabklaten kudkabmagelang kudkabpati kudkabpekalongan kudkabpemalang kudkabpurbalingga kudkabpurworejo kudkabrembang kudkabsemarang kudkabsragen kudkabtegal kudkabtemanggung kudkabwonogiri kudkabwonosobo kudkaranganyar kudkebumen kudkendal kudklaten kudkotamagelang kudkotapekalongan kudkotasalatiga kudkotasurakarta kudkotategal kudmungkid kudpati kudpemalang kudpurbalingga kudpurwodadi kudpurwokerto kudpurworejo kudrembang kudslawi kudsragen kudsukoharjo kudsumbermakmur kudtemanggung kudungaran kudwonogiri