search

Berita

IPAC 2026Pemkab PaserPorprov Kaltim 2026Ikhwan AntasariFederasi Aero Sport Indonesia

IPAC 2026 Promosikan Wisata Kabupaten Paser

Penulis: Redaksi Presisi
Jumat, 05 Juni 2026 | 544 views
IPAC 2026 Promosikan Wisata Kabupaten Paser
Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser menggelar International Paragliding Accuracy Championship (IPAC) Series 1 2026 di Bukit Sultan, Desa Lempesu, Kecamatan Pasir Belengkong, pada 4–7 Juni 2026. (Sumber: Istimewa)

PASER, PRESISI.CO – Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser menggelar International Paragliding Accuracy Championship (IPAC) Series 1 2026 di Bukit Sultan, Desa Lempesu, Kecamatan Pasir Belengkong, pada 4–7 Juni 2026 untuk membina atlet sekaligus mempromosikan potensi wisata daerah.

Kejuaraan paralayang kategori ketepatan mendarat (accuracy landing) tersebut menjadi seri pembuka kalender event nasional FASI 2026. Ajang ini diikuti 70 atlet, termasuk atlet yang disebut masuk dalam jajaran 20 terbaik dunia.

Wakil Bupati Paser, Ikhwan Antasari, mengatakan kejuaraan internasional tersebut menjadi momentum bagi daerah untuk memperkenalkan potensi wisata melalui konsep sport tourism.

“Selain bertujuan untuk pembinaan atlet, kejuaraan ini menjadi momentum strategis bagi Kabupaten Paser dalam mempromosikan potensi wisatanya melalui konsep Paser Sport Tourism yang diikuti 70 atlet, termasuk Top 20 Dunia,” kata Ikhwan saat membuka kegiatan tersebut.

Ia mengaku bangga karena Kabupaten Paser dapat menjadi tuan rumah bagi atlet paralayang dari berbagai daerah dan negara.

“Ini adalah sebuah kebanggaan tersendiri bagi Pemerintah Kabupaten Paser,” ujarnya.

Sebanyak 70 atlet yang berpartisipasi terdiri dari 40 atlet senior dan 30 atlet junior. Peserta berasal dari sejumlah daerah di Indonesia, antara lain DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Sumatera Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, serta berbagai daerah di Kalimantan Timur, termasuk Kabupaten Paser sebagai tuan rumah.

Kejuaraan ini juga diikuti atlet mancanegara dari Malaysia, Jerman, Ukraina, dan Slovakia.

Ikhwan menyebut penyelenggaraan kegiatan tersebut merupakan hasil sinergi pemerintah, pihak swasta, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ia secara khusus mengapresiasi Sultan Paser, Jarnawi, atas dukungannya dalam pembangunan dan penyediaan fasilitas di venue Sultan Hill agar dapat digunakan untuk kejuaraan internasional.

Pemkab Paser juga mendorong perusahaan mitra, termasuk Kideco, untuk berperan dalam pemberdayaan UMKM di sekitar lokasi kegiatan. Dengan begitu, penyelenggaraan event olahraga diharapkan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat setempat.

“Keterlibatan dalam mendampingi pelaku usaha kecil di sekitar lokasi acara sangat penting, sehingga perputaran ekonomi dapat dirasakan langsung oleh warga. Hubungan harmonis inilah kunci kemajuan pariwisata yang inklusif,” kata Ikhwan.

Ia berharap pengembangan sektor pariwisata melalui kegiatan olahraga dapat meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Paser.

Selain sebagai ajang pembinaan atlet, IPAC Series 1 2026 juga menjadi bagian dari persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur. Bukit Sultan telah ditetapkan sebagai venue cabang olahraga paralayang dalam ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.

Sementara itu, Kepala Pusat Teritorial TNI Angkatan Udara (Kapuster TNI AU) sekaligus Sekretaris Jenderal FASI Pusat secara ex officio, Marsekal Pertama TNI Ignatius Wahyu Anggono, menegaskan kejuaraan tersebut penting untuk mengukur kemampuan atlet sebelum mengikuti kompetisi pada level yang lebih tinggi.

Ia juga mengingatkan para atlet dan ofisial agar mengutamakan kedisiplinan serta keselamatan selama penerbangan. Menurutnya, kemampuan atlet harus diimbangi dengan pemahaman terhadap kondisi alam dan potensi risiko saat terbang.

“Ketahui kemampuan diri kita dan pahami situasi alam. Jangan sekali-sekali kita meremehkan dengan mengatakan ‘sudah biasa’, atau terlena dengan alam yang begitu indah. Itulah tantangan awal dari sesuatu yang tidak kita sangka-sangka,” ujarnya.

Ignatius berharap kejuaraan tersebut dapat menjadi agenda berkelanjutan dan melahirkan atlet paralayang Indonesia yang mampu berprestasi di tingkat internasional.

“Semoga IPAC ini dapat menjadi agenda berkelanjutan dan mampu melahirkan atlet-atlet paralayang Indonesia yang berprestasi mengharumkan nama bangsa di kancah internasional,” pungkasnya.