Seno Aji Minta Pengawasan Vape di Kaltim Diperketat
Penulis: Redaksi Presisi
8 jam yang lalu | 0 views
Wagub Kaltim, Seno Aji. (Sumber: Istimewa)
SAMARINDA, Presisi.co – Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Seno Aji meminta pengawasan peredaran dan penggunaan rokok elektrik atau vape diperkuat untuk mencegah potensi penyalahgunaan sebagai media peredaran zat berbahaya dan narkotika.
Seno Aji menyampaikan hal tersebut saat membuka forum diskusi kelompok terarah (focus group discussion/FGD) yang digelar Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kaltim di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (13/10/2026).
Menurut Seno Aji, penggunaan vape yang semakin mudah dijumpai, termasuk di kalangan pelajar SMP dan SMA, perlu menjadi perhatian bersama. Pengawasan, kata dia, tidak cukup hanya menyasar penjualan dan distribusi, tetapi juga perlu memperhatikan potensi penyalahgunaan cairan vape.
“Pencegahan harus kita lakukan sejak dini sebelum persoalan berkembang lebih jauh,” ujarnya.
Ia menegaskan, pencegahan penyalahgunaan narkotika bukan hanya menjadi tanggung jawab BNN. Pemerintah daerah, kepolisian, satuan pendidikan, orang tua, dan masyarakat perlu terlibat dalam upaya pencegahan tersebut.
Seno Aji juga mendorong penguatan edukasi sejak usia sekolah, mulai dari tingkat dasar hingga menengah. Edukasi itu diperlukan agar anak-anak memahami risiko penyalahgunaan narkotika serta potensi bahaya penggunaan vape dengan kandungan cairan yang tidak terjamin.
Selain pengawasan di lingkungan masyarakat dan pendidikan, Seno Aji menyoroti potensi masuknya narkotika melalui kawasan perbatasan, terutama jalur tidak resmi yang berisiko dimanfaatkan untuk penyelundupan.
Menurutnya, koordinasi lintas sektor diperlukan untuk memperkuat upaya pencegahan sekaligus mendukung penindakan terhadap peredaran narkotika.
Pemerintah Provinsi Kaltim, lanjut dia, berkomitmen mendukung langkah BNN, kepolisian, dan instansi terkait dalam memperkuat pengawasan peredaran narkotika.
Seno Aji berharap FGD tersebut menghasilkan rekomendasi konkret, mulai dari pemetaan celah pengawasan, pembagian peran antarlembaga, hingga rencana tindak lanjut yang dapat diterapkan di lapangan.
“Harapannya, kita bisa menyatukan komitmen dan memastikan seluruh upaya yang dilakukan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat dan anak-anak kita ke depan,” tutupnya. (*)