Penulis: Redaksi Presisi
56 menit yang lalu | 0 views
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri saat Peluncuran KukarGO dan Arbizz Space. (Sumber: Istimewa)
TENGGARONG, Presisi.co – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) dr. Aulia Rahman Basri meluncurkan aplikasi KukarGO dan kawasan Arbizz Space di Tenggarong, Sabtu (3/10/2026) malam.
Peluncuran tersebut digelar bertepatan dengan peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 dan Hari UMKM Nasional ke-10 di Panggung Arbizz Space, Tenggarong.
Aulia mengatakan KukarGO dirancang sebagai platform digital untuk mempertemukan pelaku UMKM dengan konsumen melalui katalog produk lokal. Platform tersebut mengusung konsep “Satu Platform, Ribuan Produk Lokal Kukar”.
Menurutnya, tantangan UMKM saat ini bukan hanya menghasilkan produk, tetapi juga memastikan produk mudah ditemukan, dipercaya, dibeli, hingga memiliki pasar yang lebih luas.
“KukarGO bukan sekadar aplikasi untuk memajang foto produk. Kita ingin aplikasi ini membangun budaya usaha yang semakin tertib, profesional, dan terpercaya,” kata Aulia.
Ia menjelaskan, pelaku UMKM dapat menampilkan profil usaha dan produk melalui katalog digital. Informasi yang dicantumkan meliputi data usaha, Nomor Induk Berusaha (NIB), kontak, lokasi, media sosial, serta informasi produk.
Aulia menekankan pentingnya verifikasi dan kurasi agar informasi yang tersedia dapat dipertanggungjawabkan sekaligus mendorong pelaku UMKM meningkatkan standar usahanya.
KukarGO juga dapat digunakan tanpa biaya pendaftaran dan tanpa komisi awal. Melalui konsep tersebut, Pemkab Kukar mendorong pelaku UMKM memanfaatkan platform sebagai sarana promosi dan katalog digital.
Sementara transaksi, komunikasi, serta pengiriman produk dapat dilakukan secara langsung antara penjual dan pembeli.
Selain platform digital, Pemkab Kukar memperkenalkan Arbizz Space sebagai ruang fisik bagi pelaku UMKM. Kawasan tersebut disiapkan sebagai ruang usaha, promosi, interaksi, dan pengembangan produk lokal.
“Arbizz Space menjadi etalase fisik, KukarGO menjadi etalase digital. Ketika ruang fisik dan digital terhubung, kita sedang membangun model perdagangan lokal yang lebih adaptif terhadap perubahan perilaku konsumen,” ujarnya.
Aulia mengatakan keberadaan Arbizz Space diharapkan tidak hanya menjadi tempat kuliner, tetapi juga berkembang sebagai ruang ekonomi kreatif, komunitas, promosi produk, dan aktivitas masyarakat.
Menurutnya, pelaku UMKM dapat belajar meningkatkan kualitas pelayanan, kebersihan, konsistensi produk, penataan, harga, pengelolaan pelanggan, hingga identitas merek melalui aktivitas di kawasan tersebut.
Ia juga meminta koperasi ikut masuk dalam ekosistem pengembangan UMKM. Koperasi dinilai dapat berperan dalam pengadaan bahan baku, distribusi, pembiayaan, produksi bersama, pemasaran, hingga pengelolaan rantai pasok.
Aulia menambahkan penguatan UMKM juga didukung program Pemkab Kukar melalui fasilitasi legalitas usaha, pembaruan data UMKM, pelatihan, akses pembiayaan, serta penguatan kelembagaan koperasi.
Melalui Kredit Kukar Idaman Terbaik, pemerintah daerah juga mendorong akses permodalan bagi usaha mikro dan kecil, petani, peternak, serta nelayan dengan skema tanpa bunga sesuai ketentuan program.
“Digitalisasi bukan tujuan akhir. Digitalisasi adalah alat. Ukuran keberhasilannya bukan berapa banyak aplikasi yang kita luncurkan, tetapi berapa banyak UMKM yang menjadi lebih tertib, lebih produktif, lebih dikenal, lebih luas pasarnya, dan lebih meningkat pendapatannya,” tegasnya.
Ia meminta perangkat daerah terkait melakukan pendampingan secara aktif, termasuk dalam legalitas usaha, NIB, sertifikasi, standardisasi, kemasan, branding, literasi digital, pencatatan usaha, dan promosi.
Aulia juga mengajak masyarakat membeli dan mempromosikan produk lokal Kukar sebagai bagian dari upaya memperkuat perputaran ekonomi daerah.
Turut hadir Sekda Kukar Sunggono, jajaran Forkopimda, para asisten, kepala OPD, camat, lurah, Ketua PKK Kukar Andi Deezca Pravidhia Aulia Rahman, serta tamu undangan lainnya.