search

Advetorial

dprd samarindaRebrandingPasar Pagi

DPRD Samarinda Siapkan FGD untuk Kaji Rebranding Pasar Pagi

Penulis: Redaksi Presisi
Jumat, 21 Agustus 2026 | 313 views
DPRD Samarinda Siapkan FGD untuk Kaji Rebranding Pasar Pagi
Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi. (Presisi.co)

Samarinda, Presisi.co — DPRD Samarinda menyiapkan Focus Group Discussion (FGD) lintas sektor untuk mengkaji konsep baru Pasar Pagi, termasuk wacana rebranding kawasan yang kini dinilai belum optimal menjalankan fungsi sebagai pusat aktivitas ekonomi.

Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, mengatakan penataan Pasar Pagi tidak bisa hanya dibahas dari sisi pemerintah. FGD akan melibatkan berbagai pihak untuk menghimpun masukan sebelum konsep pengembangan dibawa ke Wali Kota Samarinda.

“Penataan kembali Pasar Pagi ini tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota saja, tetapi harus melibatkan banyak pihak. Kami sepakat untuk menindaklanjutinya dengan menggelar FGD,” ujar Iswandi, Jumat (21/8/2026).

Ia menyebut pedagang, akademisi, praktisi, komunitas penggiat ekonomi kreatif hingga OPD terkait perlu dilibatkan dalam forum tersebut.

“Kalau ngumpul itu ada dari pedagang juga, pasti ada sumbang saran mereka. Ada praktisi, akademisi, penggiat ekonomi kreatif. Semuanya harus dilibatkan,” katanya.

Menurutnya, wacana rebranding perlu dibarengi kajian terhadap fungsi Pasar Pagi dan kebiasaan masyarakat. Sebab, persoalan pasar tidak hanya berkaitan dengan tampilan bangunan, tetapi juga bagaimana kawasan tersebut dapat kembali menarik aktivitas perdagangan.

“Kalau kita utarakan tadi bahwa memang Pasar Pagi itu secara estetik oke. Tapi secara fungsi kita melihatnya fungsinya tidak berjalan. Di mana kan itu diharapkan menjadi penggerak ekonomi ya,” katanya.

Salah satu hal yang perlu dipertimbangkan, kata Iswandi, adalah karakter pasar tradisional yang selama ini dekat dengan pola belanja masyarakat. Konsep Pasar Pagi saat ini dinilai perlu disesuaikan agar tidak membuat akses pembeli menjadi lebih sulit.

“Kalau habit pasar tradisional itu kalau bisa belanja dari atas motor, bayar di atas motor. Nah, ini kan harus naik tangga. Ini harus kita pikirkan konsepnya,” tuturnya.

Karena itu, rebranding menjadi salah satu opsi yang akan dibahas dalam FGD. Penataan fungsi setiap lantai hingga pengembangan kawasan kuliner juga dapat menjadi bagian dari konsep yang dikaji.

Namun, Iswandi menegaskan rebranding belum menjadi keputusan. Hasil FGD nantinya akan menjadi bahan untuk merumuskan konsep yang lebih sesuai dengan kondisi Pasar Pagi dan kebutuhan pedagang maupun masyarakat.

“Nah, nanti akan kita tindaklanjuti bicara kedua, ketiga, termasuk FGD tadi, termasuk nanti mungkin kita ngobrol bareng dengan Pak Walikota, ya kan, selaku decision maker ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembahasan tersebut harus melibatkan pedagang agar perubahan konsep tidak hanya ditentukan dari sisi pemerintah.

“Pokoknya intinya kita harus cari solusi. Nggak usah saling menyalahkan lagi. Menyalahkan nggak ada habisnya,” pungkasnya.(*)