Ketua DPRD Samarinda Minta Anggota Pantau Dapil, Antisipasi Karhutla di Tengah Kemarau
Penulis: presisi2
Jumat, 21 Agustus 2026 | 311 views
Ketua DPRD Samarinda, Helmi Abdullah. (Presisi.co)
Samarinda, Presisi.co — DPRD Kota Samarinda meminta seluruh anggota dewan ikut memantau kondisi di daerah pemilihan (dapil) masing-masing menyusul kemarau panjang dan meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Ketua DPRD Samarinda Helmi Abdullah mengatakan pemantauan dilakukan untuk mengetahui lebih cepat jika muncul kondisi yang berpotensi berkembang menjadi kebakaran.
Ia meminta, anggota DPRD yang menemukan perkembangan mengkhawatirkan di lapangan segera melaporkannya agar bisa diteruskan kepada pemerintah.
“Kita sudah tadi rapat pimpinan juga membicarakan agar masing-masing anggota ke dapil turun memantau," jelas Helmi saat diwawancara awak media, Kamis (20/9/2026).
Laporan tersebut akan diteruskan kepada Pemerintah Kota Samarinda dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
"Kalau ada perkembangan-perkembangan yang mengkhawatirkan segera laporan,” kata politisi Gerindra ini.
DPRD juga akan menyampaikan laporan kepada pemerintah pusat apabila diperlukan.
Helmi mengatakan langkah pemantauan itu dilakukan seiring kondisi kemarau panjang dan minimnya hujan yang meningkatkan potensi kebakaran.
“Saya sendiri ikut Zoom dari pemerintah pusat. Arahan untuk memantau masalah lamanya tidak hujan ini. Jadi, rawan kebakaran itu tentu pasti ada,” katanya.
Ia menyebut sejumlah kebakaran telah terjadi di wilayah sekitar Samarinda dan daerah penyangga.
“Kemarin aja di Tenggarong ada terjadi. Tiga-empat hari yang lalu di Tol Samarinda-Balikpapan itu juga ada kebakaran kecil,” ujarnya.
Karena itu, Helmi mengimbau masyarakat, terutama yang berada di kawasan perkebunan dan permukiman padat, untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Himbauan kita kepada masyarakat terutama yang di daerah-daerah perkebunan atau yang daerah-daerah padat penduduk, itu untuk berhati-hati dalam hal menjaga jangan sampai nanti ada kebakaran,” katanya.
Menurut Helmi, kondisi lahan yang kering saat kemarau panjang membuat api lebih cepat menyebar apabila terjadi kebakaran.
“Kalau musim kemarau yang panjang seperti ini rawannya kalau sudah, apalagi kalau misalnya di daerah-daerah yang gersang itu cepat apinya,” pungkasnya. (*)