search

Berita

RSJPD Harapan KitaPJNHKKonsultasi JantungRisiko Jantung Usia Muda

Penyakit Jantung Kini Mengintai Usia Muda, Gaya Hidup Jadi Faktor Utama

Penulis: Siaran Pers
Kamis, 30 April 2026 | 18 views
Penyakit Jantung Kini Mengintai Usia Muda, Gaya Hidup Jadi Faktor Utama
Ilustrasi menjaga kesehatan jantung di usia muda. (Sumber: Istimewa)

Jakarta, Presisi.coPenyakit jantung yang selama ini identik dengan kelompok lanjut usia, kini semakin banyak ditemukan pada usia produktif. Fenomena ini menjadi perhatian serius para tenaga kesehatan karena tingginya angka kejadian penyakit jantung di kalangan masyarakat muda dipicu oleh pola hidup yang tidak sehat, kurang aktivitas fisik, hingga stres berkepanjangan.

Kementerian Kesehatan RI mencatat bahwa kasus penyakit jantung terus menunjukkan tren peningkatan, bahkan tidak sedikit pasien berusia 30-an tahun yang sudah memerlukan tindakan medis lanjutan seperti pemasangan ring jantung. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa ancaman penyakit kardiovaskular kini tidak lagi mengenal usia.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah menjelaskan, kebiasaan merokok, konsumsi makanan tinggi lemak dan garam, kurang olahraga, obesitas, hipertensi, diabetes, serta kualitas tidur yang buruk menjadi kombinasi faktor risiko yang mempercepat terjadinya gangguan jantung.

“Jika kita sudah memiliki faktor resiko jangan lagi ditambah dengan merokok, ditambah dengan gula, hati hati dengan kolestrol dan hati hati dengan hipertensi. Maka dari itu anak anak muda mulai sadar untuk olahraga, jam istirahat dan jam kerja yang teratur harus betul betul diperhatikan.” Ujar dr. Arwin Saleh Mangkuanom, Sp.JP (K), FIHA

Selain itu, tingginya konsumsi makanan cepat saji dan minuman tinggi gula di masyarakat urban juga dinilai memperburuk kondisi kesehatan jantung. Data BPJS Kesehatan bahkan menunjukkan bahwa penyakit jantung masih menjadi salah satu beban pembiayaan kesehatan terbesar di Indonesia, menandakan jumlah kasus yang masih sangat tinggi dari tahun ke tahun.

Tak hanya menyerang laki-laki, penyakit jantung juga menjadi ancaman serius bagi perempuan. Banyak kasus terlambat ditangani karena gejala yang muncul sering dianggap sebagai kelelahan biasa, seperti mudah lelah, nyeri dada ringan, sesak napas, hingga jantung berdebar.

Para ahli menekankan bahwa langkah pencegahan harus dimulai sedini mungkin melalui penerapan gaya hidup sehat. Aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari, konsumsi makanan bergizi seimbang, berhenti merokok, menjaga tekanan darah, gula darah, dan kolesterol tetap terkontrol merupakan kunci utama menjaga kesehatan jantung.

Masyarakat juga diimbau untuk tidak menunda pemeriksaan kesehatan rutin, terutama bagi yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung. Deteksi dini dinilai menjadi upaya paling efektif untuk mencegah komplikasi serius hingga kematian mendadak.

Dengan semakin mudanya usia penderita, penyakit jantung bukan lagi sekadar ancaman masa tua, melainkan persoalan kesehatan masyarakat yang membutuhkan kesadaran bersama. Menjaga jantung tetap sehat berarti menjaga kualitas hidup di masa depan. (*)