Peran USG Duplex dan Intervensi Dini untuk Menjaga Akses Tetap Optimal
Penulis: Redaksi Presisi
Kamis, 26 Maret 2026 | 73 views
Ilustrasi. (Istimewa)
Jakarta, Presisi.co - Bagi pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis rutin, AV shunt atau Cimino bukan sekadar prosedur medis, melainkan jalur utama yang menopang kelangsungan terapi. Gangguan kecil pada akses ini dapat berdampak besar terhadap efektivitas cuci darah.
Menurut Ruth Grace Aurora, Sp.JP, Konsultan Kedokteran Vaskular dan Konsultan Kardiologi Intervensi di RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, pasien dan tenaga medis harus memahami tanda-tanda awal gangguan AV shunt.
“Penyumbatan AV shunt atau cimino failure bisa dikenali mulai dari pemeriksaan sederhana sehari-hari hingga evaluasi dengan ultrasonografi dan angiografi di fasilitas kesehatan,” ujar dr. Ruth.
Apa Itu AV Shunt?
AV shunt adalah prosedur penyambungan arteri dan vena, biasanya di lengan atas atau bawah, untuk menciptakan aliran darah bertekanan cukup guna kebutuhan hemodialisis.
“Keunggulan AV shunt adalah menggunakan pembuluh darah alami pasien, sehingga risiko komplikasinya relatif lebih rendah dibandingkan metode akses lainnya,” jelasnya.
Gejala yang Tidak Boleh Diabaikan
Dr. Ruth menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap perubahan di area shunt, seperti:
Hilangnya getaran atau denyutan saat diraba
Nyeri dan pembengkakan di sekitar lokasi
Kulit kemerahan atau demam sebagai tanda infeksi
Perubahan warna, suhu, atau ketebalan kulit
Tidak tercapainya target hemodialisis
“Jika ada perubahan sekecil apa pun, segera laporkan kepada tenaga medis. Jangan menunggu sampai akses benar-benar tersumbat,” tegasnya.
Evaluasi Berkala adalah Kunci
Setiap sesi hemodialisis seharusnya disertai evaluasi kondisi AV shunt, termasuk pemeriksaan fisik dan pemantauan aliran darah.
USG Duplex menjadi salah satu alat diagnostik penting karena mampu:
Mendeteksi penyempitan sirkuit AV shunt
Mengukur arus aliran darah
Mengidentifikasi kelainan anatomi pembuluh darah
“USG Duplex adalah pemeriksaan yang aman, non-invasif, tanpa radiasi, dan sangat komprehensif dalam menilai fungsi AV shunt,” kata dr. Ruth.
Dengan kemajuan teknologi intervensi endovaskular, beberapa kasus cimino failure kini dapat ditangani tanpa pembedahan besar.
“Tujuan utama kami adalah menjaga akses dialisis tetap berfungsi optimal, karena dari situlah kualitas hidup pasien gagal ginjal sangat ditentukan,” tutup dr. Ruth.
Melalui edukasi dan pemantauan rutin, diharapkan pasien hemodialisis dapat menjalani terapi dengan lebih aman, efektif, dan berkelanjutan.