Lebaran Unik, Orangutan Belajar Survival Lewat Tradisi "Kupatan" di Pusat Rehabilitasi
Penulis: Muhammad Riduan
1 jam yang lalu | 0 views
Orangutan saat membuka kemudian menyantap isi ketupat di COP BORA. (HO/Dok.BKSDA Kaltim)
Samarinda, Presisi.co — Momen Idulfitri 1447 Hijriah dirayakan dengan cara yang tidak biasa oleh pusat rehabilitasi satwa di Kalimantan Timur. Alih-alih hanya memberikan pakan rutin, para perawat satwa menyajikan makanan dalam balutan anyaman ketupat bagi orangutan dan owa sebagai bagian dari metode pengayaan perilaku (behavioral enrichment), Kamis (26/3/2026).
Kegiatan edukatif ini berlangsung serentak di dua lokasi utama, yakni Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Long Sam di Berau di bawah naungan Conservation Action Network (CAN), serta Bornean Orangutan Rescue Alliance (BORA) milik Center for Orangutan Protection (COP).
Di PPS Long Sam, ketupat berisi buah-buahan digantung di area bermain (playground). Bayi-bayi orangutan ditantang untuk memanjat, bergelantungan, dan meraih ketupat tersebut sebelum harus memutar otak untuk membuka anyaman janur demi mendapatkan isi di dalamnya.
Paulinus Kristanto, Direktur CAN, menjelaskan bahwa metode ini bukan sekadar kemasan estetika Lebaran, melainkan simulasi mencari makan di alam liar.
“Metode pengayaan ketupat ini bertujuan menantang kemampuan fisik dan kognitif. Orangutan harus menggunakan koordinasi tubuh dan keterampilan tangan untuk meraih serta membuka makanan. Ini melatih kesabaran dan ketangkasan mereka,” jelas Paulinus.
Hal senada diterapkan di BORA. Manajer BORA, Widi Nursanti, menyebutkan bahwa pihaknya memasukkan potongan buah, selai, hingga madu ke dalam ketupat yang kemudian digantung di dahan pohon saat sesi "sekolah hutan".
“Enrichment ini membuat orangutan belajar mencari cara (problem solving), merangsang indra penciuman, serta mencegah kejenuhan selama masa rehabilitasi,” tambah Widi.
Inisiatif kreatif ini mendapat apresiasi dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur. Kepala BKSDA Kaltim, M. Ari Wibawanto, menilai inovasi bertema hari raya ini sangat efektif sebagai alat problem solving bagi satwa.
“Ini adalah alat yang efektif untuk melatih kemampuan alami satwa dalam mencari makanan. Kami memastikan satwa tetap aktif dan siap secara mental sebelum akhirnya kembali ke habitat aslinya,” tegas Ari.
Melalui metode "Kupatan" ini, momen Lebaran di pusat rehabilitasi Kaltim tidak hanya menjadi perayaan simbolis, tetapi juga langkah nyata dalam membekali orangutan dengan kemampuan bertahan hidup demi masa depan populasi mereka di hutan Kalimantan. (*)