Samarinda, Presisi.co – Bandara APT Pranoto Samarinda membuka peluang kerja sama dengan layanan taksi online untuk memperluas opsi transportasi bagi penumpang.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya meningkatkan kenyamanan dan kualitas layanan di bandara.
Kepala Kantor Badan Layanan Umum UPBU APT Pranoto Samarinda, I Kadek Yuli Sastrawan, menyatakan pihaknya telah melakukan koordinasi awal dengan Dinas Perhubungan Kota Samarinda.
Selanjutnya, tiga aplikator transportasi online, yaitu Maxim, Gojek, dan Grab, diajak berdiskusi terkait kemungkinan menghadirkan layanan resmi di bandara.
“Kami berharap mereka bisa beroperasi di sini, sehingga pelayanan bisa sejajar dengan bandara-bandara lain,” ujar Kadek, Senin 23 Maret 2026.
Menurut Kadek, ketiga aplikator saat ini tengah meninjau secara internal terkait kelayakan membuka titik layanan resmi di Bandara APT Pranoto.
Proses ini bersifat business to business (B2B), sehingga keputusan akhir mengenai aspek komersial sepenuhnya berada di pihak aplikator.
“Salah satu aplikator, Gojek, sudah melakukan kajian internal, namun kami masih menunggu realisasi teknisnya di lapangan,” tambahnya.
Kadek menegaskan kehadiran taksi online tidak dimaksudkan untuk menggantikan armada taksi konvensional yang sudah ada, melainkan untuk saling melengkapi layanan transportasi bagi penumpang.
“Langkah ini untuk meningkatkan pelayanan. Taksi online bisa bekerja sama di sini dan berjalan bersamaan dengan taksi konvensional,” katanya.
Mengenai tarif, Kadek menekankan pentingnya keselarasan antara taksi online dan konvensional, khususnya untuk layanan dengan titik jemput di dalam bandara.
Selisih harga sekecil apa pun dapat memengaruhi pilihan konsumen, mengingat karakter masyarakat Indonesia yang mencari layanan terbaik dengan harga terjangkau.
“Kalau bermitra di sini, tarif harus mengikuti zonasi bandara. Titik jemput di luar bandara, misalnya di depan, itu urusan aplikator, tapi di dalam bandara harganya harus sama,” jelas Kadek. (*)