Viral Aksi WNA Tambal Jalan di Muara Kaman, Ketua DPRD Kukar: Tamparan Keras untuk Pemerintah
Penulis: Umar Daud Muhammad
Jumat, 06 Maret 2026 | 606 views
Tangkapan layar video saat WNA menambal jalan rusak secara mandiri di Desa Lebaho Ulaq, Kecamatan Muara Kaman. (Sumber: Media Sosial)
TENGGARONG, Presisi.co — Jagat media sosial di Kutai Kartanegara (Kukar) dihebohkan dengan cuplikan video seorang Warga Negara Asing (WNA) yang melakukan perbaikan jalan secara mandiri di Desa Lebaho Ulaq, Kecamatan Muara Kaman. Aktivitas ini disebut sebagai bentuk keprihatinan atas rusaknya ruas jalan yang tak kunjung mendapat sentuhan pemerintah.
Dalam video tersebut, WNA yang mengaku sebagai pengusaha lokal itu terlihat sedang menyemen lubang besar di tengah jalan. Ia menyatakan langkah ini diambil demi keselamatan warga dan tetangganya.
"Kami perbaiki jalan karena ada lubang besar yang sangat berbahaya. Sebagai pengusaha di sini, saya ingin keluarga dan tetangga aman," ucap WNA tersebut dalam rekaman video yang beredar. Ia juga menyelipkan harapan agar pemerintah daerah segera mengevaluasi kondisi infrastruktur di wilayah tersebut.
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani, angkat bicara. Ia tidak menampik bahwa fenomena ini menjadi sentilan pedas bagi kinerja pemerintah daerah, khususnya dalam memeratakan pembangunan hingga ke pelosok hulu Kukar.
"Sebenarnya sah-sah saja siapa pun membantu memperbaiki jalan. Namun, ini menjadi tamparan keras. Pasti masyarakat akan bertanya-tanya, di mana kehadiran pemerintah daerah?" ujar Ahmad Yani saat dikonfirmasi Presisi.co, Jumat, 6 Maret 2026.
Ahmad Yani mengingatkan bahwa perbaikan infrastruktur publik idealnya melalui mekanisme pemerintah agar kualitas dan prosedurnya terjamin. Ia juga mewanti-wanti agar aksi serupa tidak ditunggangi niat untuk mendiskreditkan pihak tertentu, meski secara fakta kondisi jalan memang memerlukan perhatian.
"Selama niatnya tulus membantu, tentu diperbolehkan. Namun, kejadian ini adalah bukti nyata kurangnya perhatian terhadap pembenahan infrastruktur secara merata," tegas politikus senior ini.
Sebagai tindak lanjut, DPRD Kukar berkomitmen untuk melakukan penelusuran langsung ke lapangan. Tim Alat Kelengkapan Dewan (AKD) diperintahkan untuk mengaudit data jalan yang belum tersentuh pembangunan atau mengalami kerusakan parah di wilayah hulu.
"Kami bersama tim AKD akan menelusuri titik-titik mana saja yang belum dibenahi. Hasil audit ini akan kami susun penganggarannya agar seluruh infrastruktur di Kukar, terutama di pedalaman, bisa segera diperbaiki," pungkasnya. (*)