Borneo FC Tumbang di Kandang Dewa United, Fabio Lefundes Soroti Konsentrasi Pemain dan Kondisi Lapangan
Penulis: Muhammad Riduan
11 jam yang lalu | 61 views
Laga antara Dewa United melawan Borneo FC. (HO/Borneo FC)
TANGERANG, Presisi.co — Borneo FC Samarinda terpaksa pulang tanpa poin setelah takluk 1-2 dari tuan rumah Dewa United FC di Indomilk Arena, Minggu, 22 Februari 2026 malam. Pelatih kepala "Pesut Etam", Fabio Lefundes, membeberkan sejumlah faktor yang menjadi penyebab rapuhnya pertahanan timnya dalam laga tersebut.
Dua gol kilat tuan rumah yang diborong Alex Martins Ferreira pada menit ke-21 dan 25 menjadi pukulan telak. Meski Komang Teguh sempat memperkecil ketertinggalan di menit ke-33, Borneo FC gagal mencetak gol penyeimbang hingga peluit panjang dibunyikan.
Fabio Lefundes menilai anak asuhnya sebenarnya memulai laga dengan cukup solid, namun mendadak kehilangan arah setelah kebobolan gol pertama.
“Pada menit-menit awal sebenarnya kita bermain bagus. Tapi setelah kehilangan organisasi permainan, kita kebobolan. Hal itu membuat konsentrasi pemain menurun drastis hingga terjadi gol kedua,” ungkap Fabio dalam sesi konferensi pers usai laga.
Memasuki babak kedua, Lefundes mencoba meningkatkan intensitas serangan melalui sejumlah pergantian pemain. Namun, Dewa United yang sudah unggul memilih bermain lebih defensif dengan mengandalkan serangan balik cepat.
Selain faktor internal pemain, pelatih berkebangsaan Brasil ini juga mengeluhkan kondisi rumput stadion yang dinilai menghambat aliran bola khas Pesut Etam.
“Lapangan cukup berpengaruh terhadap cara bermain kami, kondisinya kurang bagus untuk aliran bola pendek. Selain itu, soal tambahan waktu lima menit di akhir laga, menurut saya seharusnya bisa lebih panjang lagi melihat dinamika pertandingan,” tambahnya.
Keputusan mengejutkan diambil Lefundes dengan menarik keluar Ardi Idrus sebelum babak pertama usai. Namun, eks pelatih Madura United ini menegaskan bahwa keputusan tersebut murni karena kebutuhan strategi, bukan karena performa individu sang pemain.
“Saya sebenarnya tidak suka mengganti pemain sebelum babak pertama selesai. Tapi saat build-up, kami mengalami kesulitan. Jadi itu murni keputusan taktis untuk mengubah skema, bukan karena Ardi bermain buruk,” tegas Fabio.
Di sisi lain, laga ini memberikan menit bermain berharga bagi gelandang muda, Mohammad Anez. Pemain berbakat ini mengapresiasi kepercayaan yang diberikan tim pelatih meski hasil akhir belum memihak kepada tim kebanggaan warga Samarinda tersebut.
“Saya berterima kasih atas kesempatannya. Semoga ke depan kami bisa tampil lebih solid dan meraih hasil positif di pertandingan berikutnya,” singkat Anez.
Kekalahan ini menjadi catatan penting bagi staf pelatih Borneo FC untuk segera melakukan pembenahan, terutama dalam menjaga konsentrasi lini belakang, sebelum menghadapi jadwal padat di bulan suci Ramadan mendatang. (*)