search

Berita

Milad Sultan KutaiHUT ke-75 Sultan Kutai KartanegaraKalender Event NusantaraBupati KukarFestival Erau

Milad ke-75 Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura dan Masuknya Festival Erau di Kalender Event Nusantara

Penulis: Umar Daud Muhammad
2 jam yang lalu | 0 views
Milad ke-75 Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura dan Masuknya Festival Erau di Kalender Event Nusantara
Suasana Milad ke-75 Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-XXI (Presisi.co/Umar Daud Muhammad)

Tenggarong, Presisi.co — Pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata resmi menetapkan Festival Erau Kutai Kartanegara masuk dalam Kalender Event Nusantara. Penetapan tersebut diumumkan bertepatan dengan peringatan Milad ke-75 Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-XXI Adji Muhammad Arifin di Kedaton Kesultanan Kukar, Senin 9 Februari 2026.

Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri menilai masuknya Erau ke agenda nasional menjadi capaian penting bagi daerah, khususnya dalam penguatan sektor budaya dan pariwisata.

Menurutnya, status tersebut bukan hanya kabar baik bagi Kukar, tetapi juga membuka peluang promosi budaya yang lebih luas di tingkat nasional.

“Ini menjadi momen perkembangan positif di sektor kebudayaan dan pariwisata daerah. Peluang besar bagi Kukar untuk semakin memperkuat promosi budaya daerah,” ujar Aulia.

Ia menyebut, dengan masuknya Festival Erau ke Kalender Event Nusantara, penyelenggaraan adat Kutai semakin diakui sebagai representasi pelestarian tradisi dan kearifan lokal.

“Gelaran Erau tentu akan menjadi atensi yang luar biasa di tingkat nasional,” katanya.

Pada kesempatan itu, Aulia juga menyampaikan ucapan selamat atas Milad Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Ia menegaskan Kukar merupakan daerah yang menjunjung tinggi adat istiadat.

Ia mengajak seluruh masyarakat turut mendoakan Sultan agar senantiasa diberi kesehatan dan kebijaksanaan dalam memimpin lembaga adat.

“Kami berharap Ayahanda Sultan selalu diberikan kesehatan dan kebijaksanaan sebagai pimpinan adat di Kukar, serta tetap menjunjung tinggi moral adat istiadat dan etika di wilayah kerajaan,” pungkasnya. (*)

Editor: Redaksi