search

Advetorial

GunturDPRD KaltimPDI Perjuangan

Sosper Perdana 2026, Guntur Sampaikan Pentingnya Pemahaman Pancasila di Sebulu Modern

Penulis: Redaksi Presisi
Minggu, 04 Januari 2026 | 0 views
Sosper Perdana 2026, Guntur Sampaikan Pentingnya Pemahaman Pancasila di Sebulu Modern
Suasana sosper yang digelar Guntur, Anggota DPRD Kaltim. (Istimewa)

Sebulu, Presisi.co — Anggota DPRD Kalimantan Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Guntur, menekankan pentingnya penguatan nilai-nilai Pancasila dan wawasan kebangsaan sebagai fondasi menjaga persatuan di tengah keberagaman. Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Sosialisasi Peraturan Daerah ke-1 yang membahas Perda Nomor 9 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan.

Kegiatan tersebut digelar di Desa Sebulu Modern, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, pada Sabtu, 4 Januari 2026.

Dalam pemaparannya, Guntur menegaskan bahwa Pancasila tidak boleh berhenti sebatas hafalan, melainkan harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, nilai gotong royong, persatuan, dan toleransi menjadi kunci utama dalam membangun masyarakat yang harmonis.

“Pancasila harus hidup dalam tindakan, bukan hanya dalam ucapan. Jika nilai gotong royong dan persatuan benar-benar diamalkan, maka kehidupan bermasyarakat akan berjalan lebih harmonis,” ujar Guntur di hadapan peserta sosialisasi.

Ia juga menegaskan bahwa Perda Nomor 9 Tahun 2023 merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat ideologi bangsa, sekaligus sebagai benteng bagi masyarakat, khususnya generasi muda, dari pengaruh negatif yang berpotensi melemahkan rasa nasionalisme.

“Kecintaan terhadap NKRI adalah harga mati. Melalui perda ini, kita ingin membangun kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga persatuan dan menolak ideologi yang bertentangan dengan nilai kebangsaan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Guntur menyoroti peran strategis keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial dalam menanamkan karakter kebangsaan sejak dini. Menurutnya, wawasan kebangsaan harus dibangun dari lingkup terkecil agar tertanam kuat dalam diri setiap individu.

“Wawasan kebangsaan harus dimulai dari rumah, sekolah, dan komunitas. Dari sanalah nilai Bhinneka Tunggal Ika bisa terus hidup dan terjaga,” tambahnya.

Menutup kegiatan, Guntur mengajak masyarakat Desa Sebulu Moderen untuk terus menumbuhkan semangat nasionalisme serta menjadikan Pancasila sebagai pedoman moral dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Semakin dalam pemahaman kita terhadap Pancasila, semakin kokoh pula fondasi bangsa dalam menghadapi tantangan zaman,” pungkasnya. (*)