HUT ke-53 PDI Perjuangan Kaltim: Rayakan Kebersamaan, Tegaskan Kedekatan dengan Rakyat
Penulis: Akmal Fadhil
13 jam yang lalu | 76 views
Jajaran DPD PDIP Kaltim dalam perayaan HUT ke-53. (Presisi.co/Akmal)
Samarinda, Presisi.co - Suasana Sekretariat DPD PDI Perjuangan Kalimantan Timur pada Sabtu siang 10 Januari 2026 tampak semarak namun terasa hangat.
Dominasi warna merah berpadu dengan suasana akrab, di mana kader partai, tokoh masyarakat, dan warga duduk bersama tanpa sekat dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-53 PDI Perjuangan.
Peringatan HUT kali ini dikemas secara sederhana dengan menonjolkan nilai kebersamaan.
Mengusung semangat Satyam Eva Jayate yang bermakna kebenaran akan selalu menang serta subtema Di Sanalah Aku Berdiri untuk Selama-lamanya, Kader sebagai Ibu Pertiwi.
Peringatan ini menegaskan komitmen PDI Perjuangan untuk terus hadir dalam kehidupan sosial masyarakat, tidak hanya dalam momentum politik.
Peringatan HUT ke-53 ini juga bertepatan dengan pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDI Perjuangan di Jakarta pada 10–12 Januari 2026.
Di daerah, termasuk Kalimantan Timur, kegiatan diisi dengan syukuran, makan bersama masyarakat, serta pemotongan dan penyerahan tumpeng sebagai simbol rasa syukur dan persaudaraan.
Kegiatan tersebut turut melibatkan perwakilan organisasi lintas agama dan kemasyarakatan. Sejumlah tokoh dari berbagai unsur, seperti API, Bamagnas, PGLII, GPDI, PGPI, GKII, hingga MUKI, baik tingkat kota maupun provinsi, hadir dan berbaur dalam suasana kebersamaan.
Tidak hanya terpusat di sekretariat, penyerahan tumpeng juga dilakukan di berbagai lokasi strategis, di antaranya Kesultanan Kutai Kartanegara, Gereja Katolik Santo Lukas, Majelis Daerah GPdI, Pondok Pesantren Al Falah, panti asuhan, Balakar Samarinda, serta Gereja Toraja.
Langkah ini menjadi simbol penghormatan dan kepedulian kepada masyarakat dari berbagai latar belakang.
Wakil Sekretaris Bidang Program DPD PDI Perjuangan Kaltim, Priskila Evalianitha Randabunga, menyampaikan bahwa konsep peringatan HUT sengaja diarahkan agar lebih membumi dan dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Syukuran dan makan bersama rakyat menjadi pilihan kami. Bahkan menu yang disajikan berasal dari pelaku UMKM lokal, agar perayaan ini juga memberi dampak ekonomi,” ungkapnya.
Menurut Priskila, pendekatan tersebut mencerminkan konsistensi PDI Perjuangan dalam menempatkan rakyat sebagai pusat perjuangan, terlepas dari dinamika politik nasional yang terus berkembang.
“Di tingkat pusat sedang berlangsung Rakernas, sementara kami di daerah melaksanakan peringatan secara serentak sambil menunggu dan mengikuti arahan Ketua Umum, Ibu Megawati Soekarnoputri,” jelasnya.
Ia menambahkan, peringatan HUT ke-53 menjadi refleksi bagi seluruh kader di Kalimantan Timur agar terus menjaga soliditas dan aktif turun ke tengah masyarakat.
“Momentum ini mengingatkan kami untuk tidak berjarak dengan rakyat. Karena itu, seluruh rangkaian kegiatan difokuskan pada kebersamaan dan kedekatan,” katanya.
Menanggapi isu politik nasional, termasuk wacana pemilihan kepala daerah oleh DPRD, Priskila menegaskan sikap partai masih konsisten sesuai garis kebijakan pimpinan pusat.
“Sampai saat ini, PDI Perjuangan tetap menolak Pilkada melalui DPRD. Kami tegak lurus pada keputusan dan arahan Ketua Umum,” tegasnya.
Ia menutup dengan menegaskan bahwa setiap langkah politik PDI Perjuangan selalu berlandaskan kepentingan masyarakat luas.
“Perjuangan partai ini adalah perjuangan untuk rakyat. Itu yang selalu ditekankan oleh Ibu Ketua Umum,” pungkasnya. (*)