search

Berita

Riza PatriaMarshel WidiantoPilkada TangselPilkada 2024Pendidikan Marshel Widianto

Diduetkan Gerindra untuk Pilkada Tangsel, Intip Perbedaan Pendidikan dan Karier Riza Patria vs Marshel Widianto

Penulis: Rafika
Minggu, 07 Juli 2024 | 193 views
Diduetkan Gerindra untuk Pilkada Tangsel, Intip Perbedaan Pendidikan dan Karier Riza Patria vs Marshel Widianto
Poster Riza Patria dan Marshel Widianto. (Ist)

Presisi.co - Ahmad Riza Patria dan Marshel Widianto resmi diusung Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra menjadi calon wali kota dan calon wakil wali kota Tangerang Selatan (Tangsel) untuk Pilkada 2024.

Keputusan itu disampaikan oleh Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad. Ia juga membenarkan beredarnya poster bergambar Riza-Marshel dengan tagline AM:PM yang memiliki makna 'Ariza Marshel Pasti Menang'.

Alhasil, latar belakang pendidikan keduanya pun kini menjadi sorotan publik. Terlebih, keikutsertaan Marshel Widianto dalam kontestasi Pilkada menuai kritik dari berbagai pihak lantaran suami Cesen eks JKT48 itu belum memiliki pengalaman di dunia politik.

Lantas, seperti apa latar belakang dan perjalanan karier keduanya? Berikut Presisi.co rangkum dari berbagai sumber.

Ahmad Riza Patria

Ahmad Riza Patria mengawali pendidikannya di SDN 08 Kedaung Kaliangke, lalu melanjutkan pendidikan SMP dan SMA-nya di Sekolah Islam Al-Azhar Pusat, Jakarta.

Setelah lulus SMA pada tahun 1988, Riza melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi. Ia mengambil jurusan Teknik Sipil di ISTN, Jakarta pada tahun 1987. Pada tahun 2008, ia memperdalam ilmunya dengan mengambil program Master in Business Administration di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Riza Patria memulai kariernya dari dunia wirausaha. Ia pernah menjabat sebagai Presiden Direktur di PT Gala Ariatama dan memimpin perusahaan di Ray White Casablanca. Selain itu, Riza juga pernah menjabat sebagai Komisaris PT. Indoproperti Galaraytama pada tahun 2001.

Sementara kariernya di dunia politik dimulai saat ia menjabat sebagai Ketua DPP KNPI untuk periode 1999-2005. Kemudian, ia bergabung dengan Kadin Indonesia dan BPD HIPMI Jaya sebagai pengurus pada tahun 2001-2003. Pada tahun 2008, Riza dipercaya menjadi Ketua DPP Partai Gerindra.

Riza Patria berhasil terpilih sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta dalam rapat paripurna di gedung DPRD DKI Jakarta pada tanggal 6 April 2020, menggantikan Sandiaga Uno untuk mendampingi Anies Baswedan dalam memimpin Jakarta. Masa jabatannya sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta berakhir pada 16 Oktober 2022.

Saat ini, Riza Patria menjabat sebagai Ketua MPR RI dari fraksi Gerindra dan Komisi V DPR RI untuk periode 2019-2024. Sebelumnya, ia juga pernah menjadi anggota Komisi II DPR RI untuk periode 2014-2019.

Marshel Widianto

Sementara Marshel Widianto sempat menempuh pendidikan di SMK Negeri 48. Namun, tak diketahui apakah dirinya melanjutkan studi ke perguruan tinggi atau tidak.

Ketika berusia sekitar 5-6 tahun, Marshel sempat menjadi kurir paket atas permintaan dari seorang kenalannya. Awalnya, Marshel mengira paket yang ia bawa adalah bedak. Ketika menginjak usia 13 tahun, barulah ia tahu paket yang awalnya dikira bedak ternyata adalah narkoba.

Selain menjadi kurir narkoba, Marshel juga pernah menjual minyak angin palsu. Aksinya terbongkar ketika seorang pembeli merasa minyak angin yang dijualnya tidak sepanas biasanya. Akibatnya, Marshel dilaporkan ke pihak berwajib dan harus mendekam di penjara selama beberapa hari.

Tak hanya itu, Marshel juga pernah melakoni pekerjaan sebagai mata elang. Tugasnya adalah mengawasi jalan raya di sekitar wilayah Tanjung Priok, memeriksa kendaraan bermotor yang dicurigai menunggak kredit, dan membawa kendaraan tersebut ke kantor leasing jika ditemukan pelanggaran.

Dalam podcast bersama Deddy Corbuzier, Marshel mengungkapkan bahwa ia pernah menjadi tukang ojek khusus yang mengantar jemput pekerja seks komersial (PSK), atau "anjelo". Bayarannya untuk sekali jalan kala itu berkisar antara Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu.

Terkait kariernya di dunia hiburan dimulai dengan mengikuti audisi Stand Up Comedy Academy (SUCA) 3. Meskipun tidak berhasil menjadi juara, banyak orang melihat potensinya sebagai komika besar. Seiring waktu, Marshel diundang mengisi berbagai acara, baik acara kecil maupun di stasiun televisi. (*)

Editor: Rafika