search

Advetorial

dprd kaltimSosialisasi Wawasan Kebangsaan

Gelar Sosbang di Loa Janan Ilir, Sapto Titip Pesan Persatuan untuk Masyarakat

Penulis: Febri Ari Sandi
Jumat, 24 November 2023 | 456 views
Gelar Sosbang di Loa Janan Ilir, Sapto Titip Pesan Persatuan untuk Masyarakat
Anggota DPRD Kaltim, Sapto Setyo Pramono saat memimpin Sosialisasi Wawasan Kebangsaan. (Febri Ari Sandi/Presisi)

Samarinda, Presisi.co - Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Sapto Setyo Pramono, menggelar Sosialisasi Wawasan Kebangsaan (Sosbang) ke-7 di Jalan Soekarno Hatta, RT.23, Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Loa Janan Ilir, Kota Samarinda pada Jumat, 24 November 2023.

Dikatakan Sapto, sosbang yang saat ini sudah menjadi agenda rutin kedewanan ditujukan untuk mengingatkan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar falsafah negara.

Ia menekankan pentingnya internalisasi nilai-nilai Pancasila ke dalam diri masyarakat.

"Sosbang ini penting untuk dilakukan, agar kita semua dapat memahami tentang wawasan kebangsaan. Dengan memahami wawasan kebangsaan, kita akan menjadi warga negara yang cinta tanah air dan memiliki rasa nasionalisme yang tinggi," ujarnya.

Dihadapan puluhan warga yang menghadiri sosbang itu, Sapto menekankan makna empat pilar berbangsa dan bernegara, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika. 

"Kita sebagai masyarakat Kaltim harus bisa menghidupkan keempat konsensus bernegara ini dalam kehidupan sehari-hari," kata Sapto. 

Politisi Golkar ini hanya ingin melihat masyarakat di Benua Etam hidup dengan rukun dan damai. Maka itu, ia tegaskan, agenda sosbang oleh mereka menjadi sarana yang tepat untuk merawat nasionalisme. 

"Kita harus terus menjaga kerukunan dan kedamaian di Kalimantan Timur. Mari kita saling menghormati perbedaan, agar kita dapat hidup berdampingan dengan rukun dan damai," tambahnya.

Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan materi tentang wawasan kebangsaan, sejarah Indonesia, dan Pancasila. 

Legislator Golkar itu menekankan pentingnya memahami empat pilar berbangsa dan bernegara untuk memastikan keutuhan bangsa Indonesia. Ia menyoroti keberagaman Indonesia sebagai kekayaan yang harus dijaga. (*)

Editor: Redaksi