search

Daerah

Ketahanan KeluargaDPRD SamarindaSri Puji Astuti

Perda Penyelenggaraan Pembangunan Ketahanan Keluarga Akan Disesuaikan dengan Kebutuhan dan Kultur Kota Samarinda

Penulis: Nelly Agustina
Selasa, 13 Juni 2023 | 956 views
Perda Penyelenggaraan Pembangunan Ketahanan Keluarga Akan Disesuaikan dengan Kebutuhan dan Kultur Kota Samarinda
Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda dalam Sosialisasi Raperda Penyelenggaraan Pembangunan Ketahanan Keluarga (Nelly Agustina/Presisi.co

Samarinda, Presisi.co – Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda Sri Puji Astuti laksanakan Sosialisasi Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Penyelenggaraan Pembangunan Ketahanan Keluarga di Yens Delight Jalan Juanda Kecamatan Samarinda Ulu pada Rabu, 13 Juni 2023.

“Semua masukan dari sini akan kami diskusikan dan akan menyerahkan ke akademisi untuk penyusunan akademiknya,” ungkap Puji.

Terkait sosialisasi kata Puji harapannya raperda penyelenggaraan pembangunan ketahanan keluarga akan sesuai dengan keadaan dan kultur Kota Samarinda secara khusus.

“Karena belajar dari kota lain hanya Copy Paste dari rancangan sebelumnya, saya ingin membuat sesuatu yang lain,” sebutnya.

Sebelumnya, pihaknya juga menerima beberapa referensi peraturan yang bisa dijalankan dan membutuhkan payung hukum, misal pada permasalahan sosial anak jalanan juga Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

“Semua usulan ini akan kami rangkum dan kawal dalam penyusunan akademiknya,” sambungnya.

Baik dari implementasi, anggaran, penyediaan sarana dan prasarana, juga pengawasannya kata puji akan dilakukan sesuai fungsi sebagai legislatif.

“Harapannya akan dapat mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul di tahun 2045,” sambungnya.

Politisi Demokrat ini menekankan, keluarga sebagai struktur terkecil sosial memiliki pendidikan karakter yang kuat agar menghasilkan perubahan struktur sosial yang lebih baik.

“Jadi kesadaran akan digapai oleh semua orang, pendidikan karakter berjalan dan kita dapat memperbaiki segala permasalahan sosial dari hulunya,” tambahnya.

Tentunya kata Puji para legislatif tidak dapat bekerja sendiri dalam penyusunan raperda penyelenggaraan pembangunan Ketahanan Keluarga, sangat dibutuhkan partisipasi dan masukan dari semua pihak.

“Kami akan meminta saran dari tokoh perempuan, tokoh agama, psikolog dan masyarakat itu sendiri terkait dengan kebutuhan mereka,” pungkasnya. (*)

Editor: Redaksi