search

Daerah

Rice BoxAnugrah Setiawan WibisonoKuliner SamarindaModal BisnisBebas Finansial

Lebih Dekat dengan Anugrah Setiawan Wibisono, Pemilik Rice Box Mama Mertua di Samarinda

Penulis: Redaksi Presisi
Sabtu, 10 Juni 2023 | 1.677 views
Lebih Dekat dengan Anugrah Setiawan Wibisono, Pemilik Rice Box Mama Mertua di Samarinda
Pemilik Rice Box Mama Mertua, Anugrah Setiawan Wibisono. (Nelly Agustina/Presisi.co)

Samarinda, Presisi.co – Pengusaha Muda di Samarinda semakin kreatif melakukan berbagai inovasi di bisnis kuliner, mulai dari nama, kemasan, dan promosi. Salah satunya, adalah pemilik usaha “Mama Mertua” Anugrah Setiawan Wibisono yang akrab dipanggil Abi. Kepada Presisi.co, Abi cerita banyak tentang perjalanan bisnis yang ia mulai sejak Desember 2022 dengan konsep rice box dan makanan rumahan.

Dikatakan Abi, Mama Mertua yang menjadi nama brandnya itu memiliki cerita dan karakteristik makanan yang ia jual. Kata Mama disampaikan Abi, terinspirasi dari resep yang ia dapat dari ibunya. Sedangkan, kata Mertua lanjut dia, jika tidak mendapatkan makanan dari ibu kandung minimal dari masakan ibu mertua, terlebih momok ibu mertua yang selama ini terkesan judes, hingga ia memilih untuk menjual makanan dengan rasa sedikit pedas. Selain itu, Abi percaya bahwa pemilihan nama dengan kesamaan huruf awal akan membuat bisnisnya bertahan lama. 

“Pemilihan warna merah, logo dan rasanya juga terkonsep, karena mama mertua kan biasanya rese dan omonganya pedas,” sebutnya.

Yang menjadi pembeda, rice box yang ia jual melalui store di Jalan Woltermongonsidi Gang 3 dan sekarang tersedia di Kopikumana, atau melalui online via instagram @mama.mertua, via Goek atau GrabFood itu adalah konsep makanan rumahan dengan sajian khas Nusantara.

Abi bilang, para pelanggan dapat memilih lauk dan toping yang disediakan. Termasuk varian rasa sambal yang akan membuat lidah pelanggan bergoyang.

“Sambalnya juga ada sambal bajak yang pedas manis, sambal tomat, sambal terasi, dan sambil korek yang paling pedas. Jadi pelanggan bisa memilih sesuai mood,” tambahnya.

“Kami gak jual ayam tulang, hanya ayam fillet dan sudah diukur porsinya, baru tulangan dapat dijadikan bahan kari bahkan minyak dari goreng ayam digunakan buat sambel, jadi semua terpakai,” sambungnya.

Soal kemasan dan promosi, Abi rupanya cukup selektif. Kemasan rice box yang dipilihnya juga berkonsep unik, tidak seperti yang lain.

“Jadi bukan semacam rice box putih biasa yang diberi sticker kayak yang lain, packagingnya memang di desain agar efisien,” bebernya.

“Kami juga bukan hanya jual ayam, tapi ada juga paru dan gulai daging,” tambahnya.

Sebagai seorang pengusaha, Abi juga sangat memperhitungkan tiap modal yang ia keluarkan. Termasuk dengan pemasaran yang dipilihnya untuk meminimalisir kerugian menuju tahun pertama Mama Mertua. Ia kerap kali mengundang selebgram atau influencer, terlebih sekarang belum menyewa lahan untuk offline jadi dananya bisa dialihkan untuk mengundang media promosi.

“Jadi branding itu memang penting, saya habiskan Rp 5-7 juta pada 3 bulan pertama untuk promosi,” ungkapnya.

Ke depan, Abi menargetkan bakal membuka store baru yang lebih mudah diakses. Termasuk meluncurkan produk terbaru yang sudah pasti ditunggu oleh pelanggan setia Mama Mertua di Kota Tepian ini. (*)

Editor: Redaksi